Wali Kota Makassar Dorong Aisyiyah Aktif Berkolaborasi dalam Pembangunan dan Pembentukan Karakter

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 15 Mei 2024 - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan pentingnya kolaborasi erat antara Aisyiyah dan Pemerintah Kota Makassar untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan di tengah masyarakat. Ajakan ini disampaikan Munafri dalam sambutannya pada Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah tingkat Kota Makassar yang berlangsung di Gedung Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.
Dalam kesempatan itu, Munafri menyoroti posisi strategis Aisyiyah dalam proses pembangunan Kota Makassar. Menurutnya, organisasi perempuan Muhammadiyah ini memiliki peran signifikan tidak hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam kontribusi sosial yang kuat di masyarakat. “Aisyiyah merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembangunan yang ada di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Ia menilai, peran ibu-ibu Aisyiyah sangat vital dalam membangun keluarga berkualitas, menyelesaikan persoalan sosial, serta menyiapkan generasi yang cerdas dan berdaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan Aisyiyah, melihat irisan program antara kedua belah pihak sebagai kekuatan bersama untuk kemajuan warga kota.
Salah satu isu utama yang mendapat perhatian Wali Kota adalah pengelolaan sampah. Munafri menekankan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan di tingkat hilir, melainkan harus dimulai dari rumah tangga. Ia menyebut, pengelolaan sampah kini perlu digerakkan hingga tingkat RT dan RW, dengan penerapan sistem seperti biopori, teba, TPS 3R, serta pemilahan sampah organik dan nonorganik. Pemerintah Kota Makassar juga mendorong transformasi tempat pemrosesan akhir dari sistem open dumping menuju sanitary landfill, di mana hanya residu yang tidak dapat terurai lagi di tahapan rumah tangga yang akan diterima di sana. Munafri juga berharap bank sampah unit di masyarakat dapat diperkuat, sehingga sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah, tetapi juga sumber ekonomi tambahan. “Saya berharap Aisyiyah bisa punya beberapa bank sampah unit,” ujarnya.
Selain itu, Munafri menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan produk UMKM. Ia mendorong Aisyiyah untuk tampil lebih kuat dalam sektor ini. Mengambil contoh pameran produk UMKM dan siap ekspor saat kunjungan 31 duta besar belum lama ini, Munafri berharap produk-produk Aisyiyah dapat diberi identitas dan label yang kuat. “Mulai hari ini saya mau produk itu diberi label Aisyiyah,” katanya, menegaskan pentingnya branding untuk meningkatkan pengenalan publik dan memberikan manfaat bagi organisasi serta pelaku usaha perempuan di dalamnya. Pemerintah Kota Makassar, bersama perbankan Himbara dan bank daerah, juga akan memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan baik, dengan fasilitas hingga Rp 50-60 juta tanpa agunan. “Ini benar-benar harus kita manfaatkan dengan baik supaya UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.
Di bidang pendidikan, Munafri menyampaikan kebijakan Pemerintah Kota Makassar untuk mengarahkan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri ke sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah, dengan seluruh pembiayaan ditanggung APBD. Kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi sekolah swasta untuk berkembang dan menjalankan proses pendidikan yang bermutu. Ia berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah mempersiapkan infrastruktur pendidikan dengan baik. Munafri juga menekankan pentingnya pembangunan karakter dan akhlak anak, karena kecerdasan intelektual saja tidak cukup. “Percuma kita punya anak-anak yang cerdas kalau tidak punya akhlak yang baik,” ujarnya. Menghadapi tantangan pengaruh gawai, Dinas Pendidikan Kota Makassar mulai menerapkan pengurangan penggunaannya di sekolah untuk membangun kembali interaksi antar anak. “Kita bicara manusia dengan manusia. Anak-anak kita sekarang berbicara dengan benda mati,” katanya, menegaskan bahwa pembentukan akhlak adalah tugas semua pihak, bukan hanya pemerintah.
Munafri turut menyampaikan rencana penambahan pelajaran agama dan akhlak dalam kurikulum pendidikan dasar di Kota Makassar, mengingat dua jam pelajaran agama dalam sepekan dinilai belum cukup. Komitmen terhadap kesejahteraan tenaga pendidik juga diungkapkan, dengan insentif khusus bagi guru-guru di pulau-pulau. Pada akhir sambutannya, Munafri menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk terus berkolaborasi dengan Aisyiyah. “Kami siap berkolaborasi bersama Aisyiyah di mana saja, kapan saja, dan apa saja yang harus kita kolaborasikan secara bersama,” ujarnya. Ia berharap Milad ke-109 Aisyiyah menjadi momentum penguatan kontribusi organisasi perempuan ini dalam membangun generasi masa depan, menghadirkan generasi emas Indonesia 2045 sekaligus generasi Qurani.
Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah Kota Makassar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Wali Kota Makassar Alia Mustika Ilham, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan Dr. Mahmudah, M.Hum, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar Dr. H. Darwis Muhdina, M.Ag, dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar Dra. Hj. Suryana Yusuf. Turut hadir pula unsur pimpinan cabang dan ranting Aisyiyah se-Kota Makassar, organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh agama, tokoh perempuan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





