UNIMEN Resmi Bentuk PGRI Cabang Khusus, Siap Bersinergi Majukan Mutu Pendidikan di Enrekang

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - ENREKANG, Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) resmi membentuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus di lingkungan kampus. Pembentukan itu ditandai dengan musyawarah dan pemilihan pengurus yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus masa bakti 2025-2030 di Aula Kampus I UNIMEN pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan kampus, dosen, kepala sekolah, kepala madrasah, dan pengurus PGRI Kabupaten Enrekang. Kehadiran banyak pihak menunjukkan bahwa pembentukan cabang khusus ini tidak dipahami sebagai agenda internal semata, melainkan sebagai upaya memperluas ruang kolaborasi antara kampus, sekolah, dan organisasi profesi pendidik di daerah.
Rektor UNIMEN, Dr. Syawal Sitonda, menyambut pembentukan cabang khusus ini sebagai momentum penting bagi kampus. Ia menyatakan, "Ini adalah momen yang bersejarah sekaligus menggembirakan dimana salah satu organisasi profesi terbesar bagi seorang pendidik resmi terbentuk di UNIMEN." Menurutnya, langkah tersebut membuktikan kesiapan kampus Muhammadiyah di Enrekang untuk terlibat lebih aktif dalam penguatan ekosistem pendidikan daerah.
Syawal menilai keberadaan PGRI Cabang Khusus akan memberi manfaat kelembagaan bagi UNIMEN dan masyarakat pendidikan yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki kampus dapat menjadi kekuatan baru untuk mendukung program kerja PGRI, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih intens antara perguruan tinggi, guru, dan kepala sekolah di Kabupaten Enrekang.
Dalam sambutannya, Syawal juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenalkan pengembangan akademik kampus. Ia menyebut UNIMEN kini telah membina dua program studi pascasarjana, yakni Magister Pendidikan Dasar dan Magister Pendidikan Umum dan Karakter. Informasi ini diarahkan agar para kepala sekolah dan madrasah yang hadir dapat menjadi penghubung bagi guru-guru yang ingin melanjutkan studi magister di Enrekang.
Wakil Ketua PGRI Kabupaten Enrekang, H. Agus Sallangan, MAP, menjelaskan bahwa setelah pembentukan cabang khusus di UNIMEN, kini PGRI Kabupaten Enrekang telah memiliki dua cabang khusus. Ia mengatakan, "Pertama PGRI Cabang Khusus SMA/SMK dan SLB dan yang kedua PGRI Cabang Khusus Universitas Muhammadiyah Enrekang." Penjelasan itu menunjukkan bahwa model cabang khusus mulai menjadi pola pengorganisasian profesi yang dianggap relevan dengan kebutuhan daerah.
Agus juga mengimbau pengurus yang baru dilantik agar segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program prioritas. Pesan ini penting karena pembentukan organisasi tidak cukup berhenti pada seremoni. Cabang khusus PGRI di lingkungan kampus diharapkan segera bergerak dalam bentuk kegiatan nyata yang mendukung peningkatan kualitas guru, penguatan jejaring, dan pembinaan profesi pendidikan.
Musyawarah pembentukan cabang khusus ini sekaligus dirangkaikan dengan Seminar Nasional Pendidikan yang menghadirkan kepala madrasah aliyah, tsanawiyah, dan kepala sekolah SMP se-Kabupaten Enrekang. Narasumber yang dihadirkan berasal dari unsur Kementerian Agama, pengawas sekolah, pengurus PGRI, dan pimpinan UNIMEN. Format ini memperlihatkan bahwa kampus ingin menempatkan pembentukan organisasi profesi sebagai pintu masuk bagi penguatan diskusi pendidikan yang lebih luas.
Susunan pengurus yang diumumkan juga menunjukkan bahwa cabang khusus ini dibangun di atas kombinasi unsur pimpinan dan dosen. Dr. Baharuddin, S.Pd., M.Pd. dipercaya sebagai ketua, didampingi pengurus harian serta para ketua bidang dari beragam latar belakang akademik. Struktur tersebut memberi sinyal bahwa organisasi ini dipersiapkan untuk bekerja secara kolektif, bukan hanya mengandalkan satu figur.
Dengan pembentukan PGRI Cabang Khusus, UNIMEN memperlihatkan posisinya sebagai kampus Muhammadiyah yang ingin berperan lebih aktif dalam penguatan mutu pendidikan di Enrekang. Sinergi antara kampus, organisasi profesi, sekolah, dan madrasah diharapkan menjadi pintu pembuka bagi peningkatan kualitas tenaga pendidik sekaligus penguatan jaringan pendidikan Muhammadiyah dan pendidikan daerah secara umum.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





