Unismuh Makassar Siapkan Tujuh Tim PKM Menuju Pimnas 2026

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar menargetkan tujuh tim mahasiswa penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Belmawa 2026 dapat melaju hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Target itu ditegaskan dalam kegiatan Pembekalan Tim Lolos PKM Belmawa Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Wakil Rektor Lantai 16 Unismuh Makassar, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti pimpinan universitas, Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA), dosen pendamping, reviewer nasional PKM, serta mahasiswa penerima pendanaan.
Pembekalan ini menjadi langkah awal penguatan strategi menuju Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP) 2 dan Pimnas 2026. Unismuh tidak ingin capaian pendanaan berhenti sebagai prestasi administratif, tetapi berlanjut menjadi karya yang berdampak dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepala Divisi Pengembangan Kreativitas dan Prestasi LPKA Unismuh Makassar, Dr. Dian Pramana Putra, menyampaikan bahwa capaian tahun ini menunjukkan tren positif. Berdasarkan data PKM Belmawa 2026, terdapat 25.253 proposal yang diajukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 16.398 proposal lolos tahap pertama dan kemudian tersaring menjadi 1.221 proposal yang memperoleh pendanaan. Unismuh berhasil meloloskan tujuh tim untuk memperoleh pendanaan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang meloloskan enam tim.
Secara pemeringkatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Unismuh berada di posisi lima nasional. Di Sulawesi Selatan, Unismuh menempati posisi kedua dalam jumlah proposal yang memperoleh pendanaan PKM 2026.
Dari tujuh tim yang lolos, Fakultas Teknik menjadi penyumbang terbanyak dengan empat tim penerima pendanaan. Tiga tim lainnya berasal dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. KH Mawardi Pewangi, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing. Ia menilai keberhasilan meraih pendanaan merupakan hasil kerja keras yang perlu disyukuri sekaligus menjadi tantangan baru untuk menghasilkan karya yang lebih kuat.
Mawardi menekankan pentingnya kerja sama, kesungguhan, dan komunikasi intensif antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Menurutnya, tahap setelah pendanaan justru membutuhkan kedisiplinan lebih tinggi karena tim harus menyiapkan luaran, laporan, dokumentasi, serta presentasi program.
Ketua LPKA Unismuh Makassar, Dr. Ir. Nenny, S.T., M.T., IPM., menegaskan bahwa target universitas adalah tujuh tim menuju Pimnas. Ia meminta seluruh tim tidak berhenti pada tahap pendanaan, tetapi fokus menyiapkan luaran program dan laporan kemajuan untuk menghadapi PKP 2.
Nenny juga meminta dosen pembimbing mengawal mahasiswa secara intensif. Keberhasilan menuju Pimnas sangat ditentukan oleh kualitas pelaksanaan program, kekuatan luaran, dokumentasi kegiatan, dan kemampuan tim menjawab pertanyaan dewan juri saat presentasi.
Dalam pembekalan tersebut, Reviewer Nasional PKM sekaligus Wakil Dekan I FISIP Unismuh Makassar, Nasrul Haq, S.Sos., M.P.A., memberi materi strategi menghadapi PKP 2 dan Pimnas. Ia menekankan pentingnya membangun narasi dampak program agar karya mahasiswa tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu menunjukkan manfaat nyata.
Menurut Nasrul, banyak proposal memiliki kualitas baik, tetapi tim yang mampu menjelaskan dampak program secara kuat biasanya memperoleh nilai lebih dalam proses penilaian. Karena itu, mahasiswa perlu mengemas cerita program, data capaian, dan kontribusi sosial secara jelas.
Melalui pembekalan ini, Unismuh Makassar berharap seluruh tim penerima pendanaan PKM Belmawa 2026 dapat menjaga performa hingga tahap akhir. Target tujuh tim menuju Pimnas 2026 di Semarang menjadi bagian dari komitmen kampus memperkuat budaya akademik, kreativitas mahasiswa, dan prestasi nasional.





