UMY Dorong Lingkungan Akademik yang Aman dan Setara bagi Seluruh Civitas

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Senin, 20 Juli 2020
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) baru-baru ini mempertegas komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan ramah bagi seluruh penghuninya. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah gelar wicara bertajuk Inklusivitas, yang juga menandai peluncuran UMY Magz Edisi ke-7 dengan tema "Ruang Aman untuk Semua". Acara tersebut berlangsung di Public Space Lantai 1 Perpustakaan UMY, menjadi forum diskusi dan refleksi kolektif mengenai urgensi mewujudkan kampus yang setara, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bachtiar Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa UMY secara konsisten berupaya menjadi kampus yang menyediakan akses setara bagi seluruh warga. Komitmen ini tidak hanya tercermin pada layanan dan kebijakan, tetapi juga pada penyediaan infrastruktur yang mengakomodasi berbagai kalangan, tanpa memandang usia atau kondisi fisik.
"UMY berkomitmen memberikan akses nyaman dan aman bagi semua. Kami tidak membedakan antara yang lebih muda ataupun yang lebih senior. Karena itu, kami terus membangun dan memperbaiki berbagai fasilitas kampus agar dapat diakses oleh seluruh warga kampus," ujar Bachtiar, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat (MPKSDI PP) Muhammadiyah, dalam keterangannya pada Senin (20/7). Ia menambahkan, aksesibilitas akan terus ditingkatkan, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Menurut Bachtiar, langkah ini selaras dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah yang menjunjung tinggi kesetaraan dan nilai-nilai kemanusiaan. "Tentu ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menjunjung tinggi kesetaraan dan kemanusiaan. Karena itu, UMY terus berupaya menciptakan lingkungan kampus yang ramah, aman, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh civitas akademika untuk berkembang tanpa diskriminasi," tegasnya.
Sebagai implementasi nyata, UMY telah melakukan berbagai pengembangan infrastruktur. Salah satunya adalah fasilitas ibadah yang ramah disabilitas. Bachtiar mengungkapkan bahwa pihak kampus telah mengusulkan pembangunan lift di Masjid KH. Ahmad Dahlan UMY untuk memudahkan akses ke lantai 1 dan 2. Harapannya, seluruh jemaah, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dapat beribadah dengan lebih nyaman dan mudah.
"Prinsipnya, UMY adalah kampus untuk semua tanpa diskriminasi," imbuh Bachtiar. Ia menekankan bahwa inklusivitas di kampus Muhammadiyah tidak hanya sebatas pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga harus meresap dalam proses pembelajaran, pelayanan, hingga aktivitas peribadatan. Tujuannya adalah agar seluruh civitas akademika dapat merasakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
Bachtiar berharap semangat inklusif ini dapat terus berkembang di lingkungan kampus melalui kolaborasi aktif seluruh civitas akademika. Dengan dukungan berbagai pihak, Muhammadiyah, melalui Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di bawah naungannya, berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan dan layanan yang memberikan kesempatan setara, sehingga setiap individu dapat belajar, beraktivitas, dan berkembang dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





