Penguatan Ideologi dan Profesionalisme Tenaga Kependidikan AUM Muhammadiyah Jeneponto

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JENEPONTO, 18 Juli 2026 - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Turatea Jeneponto sukses menggelar Baitul Arqam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Ahad, 18-19 Juli 2026, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Turatea (PUSDAM) ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai AUM di seluruh Kabupaten Jeneponto. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkokoh ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, membentuk karakter unggul, serta meningkatkan kompetensi profesional sumber daya manusia di lingkungan Persyarikatan.
Selama pelaksanaan, para peserta mengikuti serangkaian sesi pembinaan yang mendalam. Materi yang disampaikan meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, prinsip-prinsip kepemimpinan, etos kerja Islami, serta strategi penguatan nilai-nilai dakwah dalam pengelolaan AUM. Program ini merupakan bagian integral dari upaya kaderisasi Muhammadiyah untuk melahirkan tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki integritas tinggi, kompetensi mumpuni, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Wakil Ketua PDM Turatea Jeneponto Bidang MPKSDI, Muzakkir Akbar, menegaskan pentingnya Baitul Arqam sebagai sarana strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di AUM. "Baitul Arqam ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk memperkuat ideologi Kemuhammadiyahan, meningkatkan loyalitas terhadap Persyarikatan, serta menanamkan nilai-nilai Islam Berkemajuan kepada seluruh tenaga kependidikan. Dengan demikian, AUM akan semakin kuat dalam memberikan pelayanan pendidikan yang unggul dan berkarakter," ujarnya.
Menurut Muzakkir, fondasi ideologi dan karakter yang kuat sangat esensial agar para tenaga kependidikan dapat menjalankan tugas-tugas profesional mereka tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman dan semangat dakwah Muhammadiyah yang menjadi ciri khas. Ini memastikan bahwa pelayanan pendidikan yang diberikan tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga berlandaskan moral dan etika Islam.
Senada dengan pandangan tersebut, Sekretaris Umum PDM Turatea Jeneponto, Abdul Rachmad, menyoroti peran sentral guru dan tenaga kependidikan sebagai teladan. "Baitul Arqam adalah proses pembinaan yang menumbuhkan keteladanan. Guru dan tenaga kependidikan bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik dengan memberikan contoh akhlak mulia, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta semangat berkhidmat kepada Persyarikatan Muhammadiyah," jelasnya.
Abdul Rachmad berharap agar seluruh peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang diperoleh selama Baitul Arqam dalam lingkungan kerja masing-masing. Implementasi ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya kerja yang Islami, profesional, disiplin, dan berorientasi pada kemajuan di setiap Amal Usaha Muhammadiyah.
Kegiatan Baitul Arqam ini berlangsung dalam suasana yang hidup dan penuh antusiasme. Peserta aktif terlibat dalam penyampaian materi, sesi diskusi interaktif, dan refleksi bersama para narasumber. Interaksi yang terjalin selama acara diharapkan dapat mempererat jejaring, menumbuhkan solidaritas, dan menguatkan semangat kolaborasi di antara seluruh tenaga kependidikan Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto.
Melalui penyelenggaraan Baitul Arqam ini, MPKSDI PDM Turatea Jeneponto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi di seluruh Amal Usaha Muhammadiyah. Harapannya, program ini akan melahirkan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki militansi, integritas, dan loyalitas tinggi terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Dengan demikian, AUM diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan yang semakin maju, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat luas.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





