Pengajian Muhammadiyah: Oase Spiritual Penjaga Keseimbangan Mental di Era Informasi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 20 Juli 2023 - Di tengah arus deras informasi yang kerap memicu kelelahan mental, Pengajian Muhammadiyah diharapkan dapat berfungsi sebagai "rest area" atau tempat rehat bagi warga bangsa. Pandangan ini disampaikan oleh Ketua Bidang II Kajian Al Qur’an dan Hadis Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Aly Aulia, dalam acara Pengajian Malam Selasa Majelis Tabligh PP Muhammadiyah di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Aly Aulia mengamati bahwa masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, tidak hanya mengalami kelelahan fisik, tetapi juga penat mental dan jiwa akibat paparan informasi yang tak berkesudahan di ruang digital. Berita-berita sensasional, mulai dari isu emas 74 kg hingga peredaran ijazah palsu, seringkali mendominasi perbincangan publik dan menyita energi mental.
Dalam konteks ini, Aly Aulia menyoroti peran strategis pengajian. "Ketika mendengarkan Youtube masih mengobrolkan ijazah, alhamdulillah kita ngobrolin Tafsir At Tanwir. Ini sebuah kesyukuran. Saya kira inilah obatnya (pengajian Muhammadiyah)," ujarnya, menekankan pentingnya konten spiritual dan keilmuan sebagai penawar.
Salah satu forum yang memiliki peran signifikan adalah Pengajian Malam Selasa. Pengajian ini tercatat sebagai salah satu kajian terlama yang masih aktif hingga kini, bahkan telah dirintis langsung oleh Kiai Ahmad Dahlan sejak awal berdirinya Muhammadiyah. Forum prestisius ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan ideologi dan transmisi sanad keilmuan, tetapi juga pusat diskusi yang responsif terhadap isu-isu keumatan dan perkembangan dakwah Islam.
Aly Aulia berharap agar Majelis Tabligh dapat terus menjaga semangat pengajian dan kajian. "Semoga Majelis Tabligh diberikan istikamah untuk bisa benar-benar menjaga semangat pengajian, kajian, sehingga bisa menjadi benteng masyarakat dalam pemenuhan asupan mental," pungkasnya. Kehadiran gawai di genggaman setiap individu menjadikan intervensi atau stresor sangat mudah masuk ke dalam jiwa, sehingga peran pengajian dalam memberikan asupan mental yang sehat menjadi semakin krusial.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





