Unismuh Makassar Perluas Jaringan di Malaysia, Paparkan Posisi Strategis Kampus Kawasan Timur

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 29 Juni 2026
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., atau yang akrab disapa Prof Andis, memperkenalkan profil Unismuh Makassar dalam sebuah forum akademik internasional di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjong Malim, Malaysia. Kehadiran Prof Andis sebagai salah satu pembicara utama ini merupakan bagian dari upaya Unismuh Makassar untuk memperluas jangkauan jejaring akademik global, khususnya dalam pengembangan pendidikan bahasa, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Seminar internasional yang bertajuk "Transformation of Language Education in the Digital and Global Era" ini diselenggarakan di Fakulti Pembangunan Manusia (FPM) UPSI pada Senin, 29 Juni 2026. Rombongan Unismuh Makassar yang turut hadir mencakup dosen dan mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Pascasarjana. Di antara mereka adalah Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., Dr. Andi Paida, M.Pd. selaku Ketua Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Muh. Akhir, M.Pd., Dr. Muh. Agus, M.Pd., Dr. Haslinda, M.Pd., serta para mahasiswa. Kunjungan ini menegaskan komitmen Unismuh dalam melaksanakan Catur Darma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dalam presentasinya, Prof Andis memaparkan posisi Unismuh Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terkemuka di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ia menggarisbawahi Makassar sebagai kota strategis di kawasan timur Indonesia dengan akses penerbangan yang relatif mudah dari Malaysia. "Universitas kami bernama Universitas Muhammadiyah Makassar. Kampus ini berada di Provinsi Sulawesi Selatan, di Pulau Sulawesi. Kalau dari Malaysia, akses ke Makassar cukup cepat, bisa melalui penerbangan langsung maupun melalui Jakarta atau Surabaya," terang Prof Andis. Kedekatan geografis ini, menurutnya, menjadi modal krusial untuk membangun kolaborasi akademik yang erat antara Unismuh Makassar dan UPSI, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar tiga jam penerbangan langsung.
Unismuh Perkuat Pendidikan dan Pascasarjana
Prof Andis lebih lanjut menjelaskan bahwa Unismuh Makassar memiliki beragam fakultas, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang berperan vital dalam kemajuan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Di tingkat Pascasarjana, Unismuh juga menawarkan program studi yang fokus pada bidang pendidikan, seperti Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Program ini menjadi pendorong utama dalam menjalin kerja sama akademik dengan UPSI. "Unismuh Makassar memiliki fakultas pendidikan dan pada tingkat pascasarjana juga terdapat program studi pendidikan. Karena itu, kerja sama dengan UPSI sangat relevan, terutama dalam penguatan pendidikan bahasa di era digital dan global," ungkap Prof Andis. Ia menekankan bahwa pendidikan bahasa di era kini tidak lagi sekadar pengajaran struktur linguistik, melainkan harus terintegrasi dengan kemajuan teknologi, komunikasi lintas budaya, serta kebutuhan global.
Jejaring Lama dengan Dunia Pendidikan
Dalam kesempatan itu, Prof Andis juga menyinggung pengalaman panjangnya dalam membangun jejaring akademik. Ia menceritakan masa jabatannya sebagai dekan sebelum mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I Unismuh Makassar. "Sebelum menjadi Wakil Rektor, saya pernah menjadi dekan selama kurang lebih 10 tahun, dari 2006 sampai 2015. Pada masa itu, komunikasi dan jejaring akademik banyak kami bangun, termasuk dengan lembaga pendidikan di luar negeri," tuturnya. Pengalaman ini, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi Unismuh Makassar untuk terus memperluas kemitraan internasional. Ia berpendapat bahwa perguruan tinggi harus senantiasa terbuka terhadap kolaborasi lintas negara demi menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Lebih jauh, Prof Andis menambahkan bahwa kerja sama antara Unismuh dan UPSI tidak hanya menguntungkan dosen, tetapi juga mahasiswa, yang dapat memperoleh pengalaman akademik lebih luas, mengenal tradisi keilmuan yang beragam, dan membangun kepercayaan diri di kancah global.
Dorong Riset dan Pertukaran Akademik
Selain Prof Andis, forum seminar ini juga menampilkan Dekan FPM UPSI Prof. Dr. Abdul Talib Bin Mohamed Hashim dan Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., sebagai pembicara kunci. Melalui forum ini, Unismuh Makassar dan UPSI berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam bentuk riset kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi pembelajaran bahasa berbasis teknologi digital. Prof Andis berharap agar seminar internasional ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai gerbang pembuka bagi program-program berkelanjutan antara kedua institusi. "Kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan. Kita berharap ada riset bersama, publikasi bersama, pertukaran akademik, dan program lain yang memberi manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan institusi," pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi internasionalisasi Unismuh Makassar guna memperkokoh reputasi akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kemitraan dengan UPSI, Unismuh bertekad untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa yang adaptif dan relevan dengan dinamika zaman.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





