Unismuh Makassar dan LLDIKTI IX Gelar Sosialisasi KIP Kuliah, Perluas Kesempatan Studi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Jumat, 26 Juni 2026 - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berkolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara untuk menggelar Sosialisasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah 2026. Acara ini berlangsung di Aula Teater I-GIFt Unismuh Makassar.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Dr. Muni Ika, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik PPAPT Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Dr. Ihyani Malik, Wakil Rektor II Unismuh Makassar. ADik merupakan singkatan dari Afirmasi Pendidikan Tinggi, sementara PPAPT adalah Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan informasi komprehensif kepada calon mahasiswa dan mahasiswa baru mengenai kebijakan, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran KIP Kuliah tahun 2026. Disiarkan pula secara daring melalui platform Zoom, sosialisasi ini bertujuan memperluas jangkauan informasi dan memastikan bantuan pendidikan pemerintah dapat diterima oleh mahasiswa yang memenuhi kriteria ekonomi dan akademik.
Dr. Ihyani Malik, yang mewakili Rektor Unismuh, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme peserta mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap program KIP Kuliah. Ia menyoroti bahwa kebutuhan akan bantuan pendidikan terus meningkat, terutama mengingat kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga. โSaya yakin betul bahwa semua anak-anak yang tamat SMA tahun ini pasti mau kuliah. Tapi kendala utama yang mereka hadapi adalah ketiadaan biaya. Amat besar harapan mereka untuk mendapatkan KIP Kuliah ini,โ ujar Ihyani saat membuka acara. Ia menambahkan, dari hampir 15 ribu mahasiswa Unismuh saat ini, sekitar dua ribu di antaranya adalah penerima KIP Kuliah. Namun, ia mencatat penurunan drastis kuota penerima KIP Kuliah di Unismuh, dari sekitar 1.400 mahasiswa pada 2024 menjadi sekitar 200 mahasiswa pada tahun berikutnya.
Dorong Tambahan Kuota KIP
Ihyani berharap pemerintah dapat menambah kuota KIP Kuliah bagi perguruan tinggi swasta. Menurutnya, hal ini penting agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Ia menekankan peran vital perguruan tinggi swasta dalam menyediakan akses pendidikan bagi generasi muda yang belum tertampung di perguruan tinggi negeri. โKami memang berharap pemerintah bisa memberikan tambahan kuota kepada kami. Bantu kami di Unismuh ini untuk membantu anak-anak kita melanjutkan sekolah mereka ke jenjang perguruan tinggi,โ tegasnya. Selain mengandalkan program pemerintah, Ihyani menjelaskan bahwa Unismuh juga memiliki skema bantuan internal bagi mahasiswa yang belum lolos KIP Kuliah. Kampus memberikan potongan biaya kuliah, mulai dari 12 persen, 25 persen, hingga 50 persen, berdasarkan hasil survei kondisi ekonomi mahasiswa. Kebijakan ini, kata Ihyani, merupakan wujud komitmen Persyarikatan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial, memastikan mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki kesempatan menyelesaikan studi.
Prioritaskan Mahasiswa Kurang Mampu
Di sisi lain, Dr. Muni Ika dari Kemendiktisaintek menegaskan bahwa KIP Kuliah adalah program bantuan pendidikan yang secara khusus ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun, ia mengingatkan bahwa kapasitas negara dalam menyediakan kuota memiliki batasan, sehingga diperlukan mekanisme seleksi yang objektif. โKIP Kuliah adalah program bantuan kepada kelompok masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. Negara hadir, tetapi negara juga memiliki keterbatasan sehingga harus menetapkan kriteria prioritas penerima,โ jelas Muni. Ia memaparkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah memprioritaskan calon penerima yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Prioritas utama diberikan kepada mereka yang sebelumnya merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat menempuh pendidikan di SMA, SMK, atau MA. Meskipun demikian, penetapan akhir penerima akan tetap disesuaikan dengan kuota yang tersedia di masing-masing perguruan tinggi.
Muni juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengusulkan penambahan kuota nasional KIP Kuliah menjadi sekitar 200 ribu penerima, dengan anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp15,7 triliun. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan skema bantuan biaya pendidikan lain, seperti bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa semester akhir dan dukungan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang belum memenuhi syarat KIP Kuliah namun tetap membutuhkan bantuan. Muni menegaskan bahwa KIP Kuliah bukanlah satu-satunya sumber pembiayaan pendidikan tinggi. Ia mendorong calon mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program lain, seperti Beasiswa ADik, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Beasiswa Unggulan, beasiswa pemerintah daerah, hingga bantuan yang disediakan oleh perguruan tinggi. โJangan pernah kubur mimpi adik-adik sekalian untuk kuliah. Banyak jalan menuju Roma. Yang tidak mungkin adalah ketika berharap tetapi tidak punya usaha,โ tegasnya. Ia menambahkan, dengan jumlah pendaftar KIP Kuliah yang mencapai sekitar satu juta orang setiap tahun, sementara kuota nasional hanya sekitar 200 ribu penerima, berarti hanya sekitar dua dari sepuluh pendaftar yang dapat memperoleh bantuan. Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu mempersiapkan alternatif pembiayaan pendidikan sejak dini. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk tetap mendaftarkan diri melalui sistem KIP Kuliah, karena kesempatan memperoleh bantuan tetap terbuka selama memenuhi persyaratan. Menurutnya, proses seleksi yang semakin berbasis data sosial akan membuat penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.
Melalui sosialisasi ini, Unismuh berharap calon mahasiswa memperoleh informasi yang lengkap mengenai mekanisme KIP Kuliah serta memahami berbagai alternatif beasiswa dan bantuan pendidikan yang tersedia. Kampus berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis guna membuka jalan bagi lebih banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





