Unismuh Makassar dan Kanazawa Institute of Technology Jepang Perluas Jaringan Kolaborasi Akademik

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) memperkuat jejaring internasionalnya dengan menerima kunjungan akademik dari Kanazawa Institute of Technology (KIT) Jepang. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Menara Iqra, Kampus Unismuh Makassar, ini bertujuan menjajaki berbagai peluang kerja sama.
Delegasi KIT Jepang dipimpin oleh Prof. Dr. Shin-Ichi Miyazato, seorang Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan, didampingi Prof. Dr. Kiyomi Banda, Profesor Pendidikan, serta Mr. Ishida. Dari pihak Unismuh Makassar, hadir Rektor Dr. Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Prof. Dr. Gagaring Pagalung, para wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua lembaga, kepala pusat, serta perwakilan program studi dari Fakultas Teknik dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menekankan bahwa kunjungan ini lebih dari sekadar agenda seremonial. Ia melihatnya sebagai momentum krusial untuk mengukuhkan kerja sama yang telah terjalin antara kedua institusi. “Kehadiran Prof. Miyazato, Prof. Kiyomi Banda, dan Mr. Ishida di kampus kami merupakan peluang berharga bagi sivitas akademika Unismuh untuk belajar dari pengalaman internasional, terutama dalam bidang teknologi, pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat,” ujar Rakhim.
MoU Berlanjut hingga 2028
Rakhim menjelaskan bahwa dasar formal kerja sama Unismuh Makassar dan KIT Jepang telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 22 September 2023 dan berlaku hingga tahun 2028. Sejak penandatanganan tersebut, kemitraan telah berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, termasuk kuliah tamu internasional, diskusi riset kolaboratif, penguatan jejaring fakultas, pengabdian masyarakat, dan mobilitas akademik internasional.
Salah satu pencapaian penting dari kolaborasi ini adalah partisipasi Unismuh Makassar dalam Sakura Science Program 2026, yang diselenggarakan oleh Japan Science and Technology Agency bekerja sama dengan KIT. “Insya Allah, pada Oktober tahun ini, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar akan berangkat ke Kanazawa, Jepang, untuk mengikuti Sakura Science Program,” tambah Rakhim. Program ini akan melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran interdisipliner, aktivitas laboratorium, pengenalan inovasi sains dan teknologi, serta kegiatan akademik bersama mahasiswa dan peneliti di KIT.
Rakhim menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan prioritas strategis Unismuh Makassar. Kolaborasi dengan institusi bereputasi internasional dipandang sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Unismuh berharap kunjungan ini dapat melahirkan kerja sama yang lebih konkret, seperti riset dan publikasi bersama di jurnal internasional bereputasi, program pengabdian masyarakat, mobilitas dosen dan mahasiswa, visiting professor, hingga pertukaran akademik.
“Kami percaya, pertemuan hari ini bukan hanya kunjungan seremonial. Ini adalah tonggak penting dalam kemitraan strategis jangka panjang antara Universitas Muhammadiyah Makassar dan Kanazawa Institute of Technology,” pungkas Rakhim.
Peluang Double Degree dan Kelas Bahasa Jepang
Prof. Dr. Shin-Ichi Miyazato dalam paparannya memperkenalkan profil KIT, kehidupan akademik, dan model pendidikan yang dikembangkan. Ia menjelaskan bahwa Kanazawa, kota bersejarah dengan tradisi budaya kuat, terhubung dengan Tokyo melalui Shinkansen (kereta cepat) yang dapat ditempuh sekitar 2,5 jam. KIT menekankan pendidikan berbasis desain rekayasa (engineering design education), di mana mahasiswa dilatih mengidentifikasi masalah nyata, menyusun solusi, dan merancang solusi akhir melalui proyek, laboratorium, dan penelitian kolaboratif dengan industri.
Sesi diskusi berlangsung hangat, membahas berbagai peluang kerja sama. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah potensi program double degree antara Unismuh Makassar dan KIT Jepang, khususnya untuk bidang teknik, arsitektur, dan informatika. Menanggapi hal ini, Prof. Miyazato menyatakan bahwa KIT telah memiliki program double degree dengan beberapa institusi, namun belum dengan Indonesia. “Ini menjadi pekerjaan rumah saya. Setelah kembali ke universitas, saya akan membicarakan hal ini,” ujarnya.
Peluang lain yang dibahas adalah skema mobilitas akademik seperti 2+2 atau 3+1, di mana mahasiswa dapat menempuh sebagian masa perkuliahan di Indonesia dan sebagian di Jepang. Prof. Miyazato menyebut skema ini mungkin dijajaki, namun memerlukan pembahasan lebih lanjut di tingkat kelembagaan. Selain itu, Unismuh juga menawarkan kerja sama dalam penguatan bahasa Jepang, yang direspons positif oleh KIT, termasuk kemungkinan pelibatan pengajar atau program pertukaran budaya.
Isu Lingkungan Jadi Titik Temu
Selain pendidikan dan mobilitas akademik, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Unismuh Makassar menyinggung peluang kolaborasi dalam pengelolaan sampah, perubahan perilaku mahasiswa, dan penguatan program keberlanjutan di kampus. Isu ini sangat relevan dengan kepakaran Prof. Miyazato di bidang teknik sipil dan lingkungan. Delegasi KIT menyambut baik peluang riset dan pengabdian terkait lingkungan, sejalan dengan perhatian kedua kampus pada Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kami ingin berkolaborasi, bukan hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam penelitian,” tegas Miyazato, melihat persoalan lingkungan, sampah, dan perubahan iklim sebagai ruang kerja sama penting.
Pertemuan ditutup dengan harapan agar komunikasi dan kemitraan strategis kedua kampus terus berlanjut. Setelah agenda di tingkat universitas, delegasi KIT dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Fakultas Teknik dan FKIP Unismuh Makassar. Bagi Unismuh, kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar memperluas reputasi global kampus, mewujudkan kerja sama menjadi program nyata yang berdampak bagi masyarakat luas.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





