UNIMEN Raih Hibah Nasional, Kembangkan Modul AIK Digital Berbasis Kecerdasan Buatan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - ENREKANG, 23 Juni 2026 -
Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) berhasil meraih pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Tahun Anggaran 2026. Hibah ini dialokasikan melalui skema Program Hilirisasi Riset Prioritas-Pengujian Model dan Prototipe, dengan fokus pada pengembangan prototipe model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Proyek ini, yang diketuai oleh Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Ph.D., bertujuan memperkuat literasi digital dan karakter Islami mahasiswa.
Salah satu luaran utama dari riset ini adalah terciptanya Modul Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Digital. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen UNIMEN dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan dinamika teknologi di jenjang pendidikan tinggi.
Dr. Elihami menjelaskan bahwa Modul AIK Digital dirancang dengan memadukan teknologi AI, literasi digital, serta penekanan pada pembentukan karakter Islami dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini, menurutnya, menjadi respons terhadap kebutuhan transformasi pendidikan di era digital, tanpa mengesampingkan peran esensial dosen. “Melalui dukungan Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, kami berupaya menghasilkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital. Artificial Intelligence dimanfaatkan bukan untuk menggantikan peran dosen, tetapi sebagai teknologi pendukung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, literasi digital, serta pembentukan karakter Islami mahasiswa,” tutur Elihami.
Elihami menambahkan bahwa modul ini tidak hanya berfungsi sebagai materi ajar digital, tetapi juga menjadi purwarupa model pembelajaran PAI berbasis AI yang berpotensi diterapkan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Ia menegaskan, “Modul ini tidak hanya menjadi bahan ajar digital, tetapi juga prototipe model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Artificial Intelligence yang dapat diterapkan di lingkungan PTMA.” Ia juga menekankan bahwa pengembangan teknologi ini senantiasa menempatkan pembentukan akhlak dan spiritualitas sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
Pengembangan modul ini mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan prinsip pembelajaran abad ke-21, yang diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, terukur, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa. Modul AIK Digital dilengkapi dengan berbagai fitur, antara lain modul interaktif berbasis capaian pembelajaran, integrasi AI sebagai asisten belajar, multimedia pembelajaran, evaluasi digital dengan umpan balik otomatis, serta studi kasus yang dipadukan dengan refleksi keislaman. Akses modul ini juga fleksibel, dapat digunakan melalui komputer, tablet, maupun telepon pintar.
Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tim peneliti dalam meraih pendanaan kompetitif tingkat nasional ini. Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan peningkatan kapasitas riset dosen UNIMEN dalam menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi di Indonesia. “Pendanaan ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika UNIMEN untuk terus menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki kualitas akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Rektor.
Rektor juga menilai bahwa perolehan hibah nasional ini menunjukkan komitmen UNIMEN dalam membangun budaya riset yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Ia berharap agar semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan riset terapan yang dapat diimplementasikan secara luas. Selanjutnya, prototipe Modul AIK Digital akan melalui tahapan validasi oleh para ahli, uji coba implementasi kepada mahasiswa, evaluasi efektivitas, hingga penyempurnaan produk sebelum diterapkan secara lebih luas. Melalui tahapan ini, UNIMEN berharap inovasi pembelajaran berbasis AI ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus memperkuat literasi digital dan karakter Islami mahasiswa dalam menghadapi tantangan era Society 5.0.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





