UIAD Sinjai Kuatkan Budaya Kampus melalui Pengajian PHIWM

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SINJAI, Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai kembali menggelar Pengajian Bulanan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada Kamis, 2 Juli 2026, di Masjid Darul Ilmi UIAD Sinjai. Kegiatan ini diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan jamaah masjid dengan fokus utama pada pentingnya mengimplementasikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sinjai, Agus Salim Yunus, A.Md., sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah bukan sekadar kumpulan anjuran moral, tetapi panduan praktis bagi warga Muhammadiyah untuk menata kehidupan pribadi, keluarga, sosial, dan kelembagaan berdasarkan nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Menurut Agus Salim, tantangan terbesar bukan pada memahami isi pedoman, melainkan pada kesungguhan menjalankannya secara nyata. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Islam berkemajuan harus tercermin dalam cara berpikir, bersikap, bekerja, dan mengambil keputusan, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi yang setiap hari berhadapan dengan urusan akademik, pelayanan, pembinaan mahasiswa, dan penguatan karakter.
Penekanan itu menjadi relevan bagi UIAD Sinjai yang terus membangun identitas kampus Islam yang kuat secara akademik sekaligus teguh secara ideologis. Melalui forum pengajian bulanan, kampus berupaya memastikan pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kampus dan kebiasaan hidup sivitas akademika.
Agus Salim menegaskan bahwa warga Muhammadiyah perlu menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak agar lahir pribadi muslim yang berintegritas dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Dalam konteks perguruan tinggi, pesan ini berarti kampus harus melahirkan insan akademis yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga memiliki orientasi pengabdian, keteladanan, dan akhlak yang terjaga.
Bagi UIAD Sinjai, pengajian rutin seperti ini juga berfungsi sebagai ruang konsolidasi nilai. Pertemuan yang melibatkan unsur pimpinan hingga mahasiswa membuka kesempatan untuk menyamakan pemahaman tentang arah pembinaan AIK, memperkuat semangat kebersamaan, serta memperdalam penghayatan terhadap identitas Muhammadiyah di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diharapkan memperkuat pengamalan nilai-nilai Islam berkemajuan di lingkungan kampus. Dengan menjadikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah sebagai acuan bersama, UIAD Sinjai berupaya meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berakhlak Islami, dan konsisten membumikan nilai Muhammadiyah dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





