Sinergi Dikdasmen PNF dan MPKSDI PDM Bulukumba Gelar Baitul Arqam, Cetak Guru Muhammadiyah Berkemajuan

MUHAMMADIYAH SULSEL, BULUKUMBA - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal bersama Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulukumba menggelar Baitul Arqam bagi 114 guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Amma Toa, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bantaeng, Ahad, 21 Juni 2026.
Kolaborasi dua majelis tersebut diarahkan untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan kapasitas tenaga pendidik Muhammadiyah. Baitul Arqam tidak ditempatkan hanya sebagai agenda pembinaan rutin, tetapi sebagai langkah strategis untuk menyiapkan guru yang profesional sekaligus memiliki komitmen ideologis terhadap Persyarikatan.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Bulukumba, Ardianto, menjelaskan bahwa penguatan ideologi dan peningkatan kompetensi tidak boleh dipisahkan. Menurut dia, sekolah Muhammadiyah membutuhkan tenaga pendidik yang mampu menjaga mutu pendidikan sekaligus memahami misi dakwah dan kaderisasi Muhammadiyah.
Pandangan serupa disampaikan Ketua MPKSDI PDM Bulukumba, Supriadi. Ia menilai sinergi antara Dikdasmen PNF dan MPKSDI penting untuk membangun sistem pembinaan kader yang lebih berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dengan model itu, tenaga pendidik tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diarahkan menjadi kader berintegritas yang siap menggerakkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima materi yang mencakup penguatan ideologi Muhammadiyah, kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi pendidikan. Materi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang harus beradaptasi dengan perubahan teknologi serta tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi.
Pada sesi penutupan, Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, menyampaikan ajakan agar Muhammadiyah Bulukumba memanfaatkan program pelatihan vokasi yang tersedia di lembaganya. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan akan lebih kuat bila disertai pengembangan kompetensi guru secara terencana dan berkelanjutan.
Arsad juga membuka peluang kerja sama antara BPVP Bantaeng dengan Muhammadiyah Bulukumba. Kemitraan tersebut diharapkan dapat memberi akses lebih luas bagi guru dan peserta didik terhadap pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Bagi PDM Bulukumba, peluang kolaborasi itu menjadi nilai tambah penting dari pelaksanaan Baitul Arqam. Selain memperkuat sisi ideologis dan organisasi, kegiatan ini juga membuka jalan bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui jejaring kelembagaan yang lebih konkret.
Melalui Baitul Arqam ini, Muhammadiyah Bulukumba berharap lahir guru dan tenaga kependidikan yang berkemajuan, berdaya saing, dan tetap kokoh dalam identitas kemuhammadiyahan. Harapan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan sekolah Muhammadiyah harus berjalan seiring antara mutu pendidikan, kaderisasi, dan penguatan jejaring kemitraan.





