UNIMEN Resmi Tambah Delapan Prodi, Total Kini 21 Program Studi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - ENREKANG, Universitas Muhammadiyah Enrekang kembali memperluas cakupan layanan akademiknya dengan membuka delapan program studi baru pada jenjang sarjana dan magister. Penambahan ini membuat total program studi yang dikelola UNIMEN kini mencapai 21, terdiri atas berbagai bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, pertanian, dan layanan publik.
Delapan program studi yang memperoleh izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Agama meliputi Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Informatika, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Pendidikan Bahasa Arab, Gizi, Administrasi Rumah Sakit, serta Magister Pendidikan Umum dan Karakter. Daftar itu menunjukkan arah pengembangan kampus yang tidak hanya fokus pada penambahan jumlah program, tetapi juga pada perluasan spektrum kebutuhan masyarakat.
Rektor UNIMEN, Dr. Syawal Sitonda, menjelaskan bahwa pembukaan program-program baru tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan institusi agar lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia pendidikan dan pasar kerja. Menurutnya, minat generasi muda terus bergerak, sehingga kampus harus mampu menyesuaikan pilihan studinya dengan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Langkah ini juga menegaskan bahwa perluasan program studi di UNIMEN tidak berdiri sendiri. Kampus tersebut menempatkannya dalam kerangka penguatan kelembagaan yang lebih luas, mencakup kualitas akademik, kesiapan infrastruktur, serta pengembangan sistem layanan. Karena itu, penambahan delapan prodi baru langsung diikuti rencana pembangunan Gedung II UNIMEN yang akan digunakan untuk menambah ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas penunjang pembelajaran.
Syawal menyebut pembangunan gedung baru itu penting agar pertumbuhan jumlah mahasiswa dan bertambahnya program studi tidak mengurangi kualitas layanan. Dengan ruang akademik yang lebih memadai, kampus berharap proses pembelajaran, praktik laboratorium, dan aktivitas kemahasiswaan dapat berjalan lebih tertata seiring meningkatnya kapasitas institusi.
Selain penguatan fisik, UNIMEN juga menaruh perhatian pada transformasi digital. Pembenahan sistem teknologi informasi tengah dipercepat untuk mendukung administrasi akademik dan proses pembelajaran berbasis digital. Arah ini menunjukkan bahwa perluasan kampus tidak dibaca semata sebagai ekspansi jumlah prodi, tetapi juga modernisasi tata kelola pendidikan tinggi.
Ketua Tim Task Force Pengusulan Program Studi Baru UNIMEN, Dr. Baharuddin, menjelaskan bahwa keputusan membuka delapan program studi tersebut didasarkan pada survei kebutuhan masyarakat dan kecenderungan pilihan lulusan sekolah menengah atas. Kampus berusaha memetakan bidang-bidang yang paling dibutuhkan dan paling diminati, sehingga program yang diajukan memiliki dasar kebutuhan yang jelas, bukan sekadar ekspansi administratif.
UNIMEN juga menyiapkan strategi promosi agar informasi tentang program baru ini menjangkau masyarakat secara luas. Sosialisasi dirancang melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan pemanfaatan kanal digital, dengan sasaran bukan hanya calon mahasiswa di Sulawesi Selatan, tetapi juga daerah lain yang berpotensi menjadikan Enrekang sebagai tujuan studi.
Meski UNIMEN telah lebih dulu membuka dua program studi baru pada Juli 2026, pengumuman terbaru ini memuat perluasan yang jauh lebih besar karena mencakup delapan program sekaligus, termasuk bidang keagamaan, kesehatan, dan jenjang magister. Artinya, ini bukan pengulangan atas kabar lama, melainkan fase lanjutan dari ekspansi akademik kampus yang secara substantif mengubah skala dan komposisi layanan pendidikannya.
Dengan total 21 program studi yang kini dimiliki, UNIMEN menargetkan dapat memberi pilihan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Massenrempulu dan sekitarnya. Kampus itu ingin menyiapkan lulusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat daya saing Muhammadiyah di sektor pendidikan tinggi melalui ekspansi yang terarah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





