UMPAR Lolos Resona Saintek 2026, Perkuat Komunikasi Riset

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - PAREPARE, Universitas Muhammadiyah Parepare terpilih sebagai salah satu dari 11 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti Program Resona Saintek 2026. Program yang dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu diarahkan untuk memperkuat komunikasi sains, agar hasil riset kampus tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat dipahami dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
Resona Saintek merupakan bagian dari Program SEMESTA, singkatan dari Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara. Program ini dikelola melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi. Fokusnya bukan hanya pada lahirnya penelitian, melainkan juga pada cara hasil penelitian dikemas, diterjemahkan, dan disebarkan agar relevan dengan kebutuhan publik.
UMPAR lolos setelah melalui seleksi tingkat nasional. Tim kampus dalam program ini diketuai Ridwan Syam, dengan anggota Wahyu Arthanugraha dan Henra Ahmad. Keterlibatan tim tersebut menandai bahwa kampus tidak hanya aktif memproduksi gagasan dan inovasi, tetapi juga mulai memberi perhatian lebih serius pada strategi penyampaian hasil penelitian kepada masyarakat.
Dalam program ini, UMPAR akan mengembangkan berbagai bentuk komunikasi hasil riset dan inovasi. Materi yang dihasilkan dirancang untuk disebarluaskan melalui media digital, publikasi populer, konten multimedia, dan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan ini penting, karena riset sering kali gagal memberi dampak luas bukan karena lemah secara substansi, tetapi karena sulit dijangkau oleh khalayak non-akademik.
Ridwan Syam menilai keterpilihan UMPAR sebagai hasil kerja kolektif di lingkungan universitas. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus diubah menjadi kerja nyata untuk menghadirkan komunikasi sains yang lebih kreatif, inklusif, dan berdampak. Dengan cara itu, pengetahuan yang lahir dari perguruan tinggi dapat lebih dekat dengan kebutuhan sosial dan lebih mudah dipahami publik.
Bagi UMPAR, partisipasi dalam Resona Saintek 2026 juga membuka peluang memperkuat budaya baru di dalam kampus, yakni budaya yang tidak berhenti pada produksi riset, tetapi juga serius membangun jembatan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat. Kampus perlu belajar menyusun narasi yang jelas, menggunakan medium yang tepat, dan mengaitkan hasil penelitian dengan persoalan nyata di sekitar warga.
Program ini relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi daerah seperti UMPAR yang ingin memperluas pengaruh risetnya. Banyak hasil penelitian kampus memiliki nilai praktis untuk pendidikan, pemerintahan, ekonomi lokal, kesehatan masyarakat, dan pengembangan wilayah. Namun tanpa strategi komunikasi yang baik, manfaat itu sering tidak terbaca oleh publik maupun pemangku kepentingan.
Karena itu, keterlibatan dalam Resona Saintek 2026 dapat menjadi titik penguatan posisi UMPAR sebagai kampus yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga aktif mendiseminasi pengetahuan. Jika dijalankan konsisten, program ini dapat memperluas jangkauan praktik baik kampus, meningkatkan literasi sains di masyarakat, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





