Rakernas LSB PP Muhammadiyah: Memperkuat Dakwah Kultural Melalui Seni dan Budaya

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, 8 Juli 2026 - Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 Juli 2026. Forum strategis ini bertujuan untuk mengukuhkan peran seni dan budaya sebagai instrumen vital dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.
Persiapan Rakernas LSB PP Muhammadiyah dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen. Ketua LSB PP Muhammadiyah, Gunawan Budianto, menyampaikan bahwa seluruh agenda, mulai dari sesi pembukaan, rangkaian pertunjukan seni, hingga persidangan, telah dipersiapkan secara matang. "Alhamdulillah, seluruh persiapan Rakernas, mulai dari agenda pembukaan, rangkaian pentas seni, maupun seluruh agenda persidangan telah mencapai sekitar 90 persen. Semua disiapkan dengan baik oleh Sekretarian LSB PP Muhammadiyah dengan dukungan penuh dari LSB Wilayah DKI Jakarta," ujar Gunawan. Dukungan penuh dalam penyelenggaraan ini diberikan oleh LSB Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta sebagai tuan rumah.
Acara pembukaan Rakernas akan dilaksanakan sehari sebelumnya, pada Kamis, 9 Juli, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dijadwalkan akan membuka secara langsung kegiatan ini. Sejumlah tokoh penting nasional juga diagendakan hadir, antara lain Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Muβti; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, M. Fauzan; serta sineas perfilman Indonesia, Hanung Bramantyo.
Gunawan Budianto menambahkan bahwa pembukaan Rakernas tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga akan menampilkan beragam potensi seni dan budaya Muhammadiyah. Pertunjukan musik dan tari akan memeriahkan acara, termasuk pagelaran Seni Lenong Betawi berjudul "Lela Oh Lela" yang akan menghadirkan Abdul Muβti sebagai bintang tamu. "Pada pembukaan Rakernas nanti akan ditampilkan berbagai potensi seni dan budaya Muhammadiyah, mulai dari musik, tari, hingga pagelaran Seni Lenong Betawi Lela Oh Lela. Melalui petunjukan seni ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni budaya merupakan bagian penting dari gerakan dakwah Muhammadiyah," jelas Gunawan.
Pada hari kedua, LSB PP Muhammadiyah akan memulai sidang Rakernas untuk membahas sejumlah isu strategis. Diskusi akan berfokus pada penguatan peran seni dan budaya di tingkat nasional dan dalam lingkup Persyarikatan. Beberapa agenda pembahasan meliputi kajian mengenai peluang pendirian program studi seni di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA), diskusi mendalam tentang seni dan budaya sebagai ujung tombak dakwah, serta laporan perkembangan LSB di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui Rakernas ini, LSB PP Muhammadiyah berharap seni dan budaya dapat menempati posisi yang lebih strategis sebagai instrumen dakwah yang efektif menjangkau masyarakat luas. "Harapan kami setelah Rakernas, sektor seni dan budaya semakin menjadi alternatif dakwah yang potensial untuk sebuah penetrasi dakwah Islam kepada berbagai elemen masyarakat. Seni dan budaya juga diharapkan dapat menjadi soft tools yang efektif dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah," pungkas Gunawan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





