PP 'Aisyiyah Hormati Jejak Prof. Siti Chamamah, Ilmuwan dan Penggerak Perempuan Berkemajuan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 9 Juli Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah menyelenggarakan takziah virtual untuk mengenang wafatnya Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno. Acara yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli, ini menjadi momentum bagi para tokoh untuk menghormati dedikasi almarhumah sebagai seorang ilmuwan yang tak hanya cemerlang secara akademik, tetapi juga teguh dalam pengabdian terhadap dakwah, Persyarikatan, dan kemanusiaan.
Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam sambutannya, menggarisbawahi peran Prof. Chamamah dalam memadukan kecendekiaan dengan amal saleh. Ia menegaskan bahwa Prof. Chamamah telah mempersembahkan bagian terbaik hidupnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, dakwah, dan 'Aisyiyah.
"Prof. Siti Chamamah Soeratno telah memberikan bagian terbaik dari kehidupannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan 'Aisyiyah. Beliau menunjukkan kepada kita bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan iman dan amal saleh untuk mencerahkan kehidupan serta memajukan peradaban," ujar Salmah.
Salmah menambahkan bahwa kepergian Prof. Chamamah merupakan kehilangan besar bagi keluarga, dunia akademik, Muhammadiyah, dan 'Aisyiyah, mengingat kecintaannya yang mendalam pada ilmu pengetahuan serta pengabdiannya terhadap dakwah dan kemajuan umat. Salmah juga menyoroti kontribusi pemikiran Prof. Chamamah yang signifikan dalam memperkuat gerakan perempuan berkemajuan di 'Aisyiyah. Almarhumah secara konsisten merawat tradisi keilmuan, mendorong kaderisasi, dan memotivasi perempuan untuk menjadi agen perubahan yang berilmu, berakhlak, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.
"Prof. Chamamah adalah sosok yang sederhana, tetapi kaya gagasan; tegas dalam prinsip, rendah hati, dan memiliki visi yang besar," katanya.
Salmah mengenang momen silaturahmi, di mana Prof. Chamamah selalu menyampaikan nilai-nilai perjuangan yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Beliau tidak hanya mengajarkan nilai-nilai perjuangan, tetapi juga menghadirkannya melalui keteladanan yang nyata," ungkap Salmah.
Ia juga melihat Prof. Chamamah sebagai bagian integral dari mata rantai perjuangan 'Aisyiyah yang panjang, dimulai dari Nyai Ahmad Dahlan dan Siti Walidah, dengan dedikasi untuk mencerdaskan bangsa dan menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Salmah meyakini bahwa ilmu, gagasan, dan kader yang dibina Prof. Chamamah akan menjadi amal jariah yang tak terputus. Warisan intelektual ini, menurutnya, adalah bekal penting bagi generasi penerus untuk melanjutkan misi dakwah dan pemberdayaan perempuan.
"Bagi 'Aisyiyah, wafatnya Prof. Siti Chamamah menjadi pengingat bahwa amanah perjuangan harus terus dilanjutkan dengan menjaga tradisi keilmuan, memperkokoh kaderisasi, memperluas dakwah kemanusiaan, serta menghadirkan karya-karya nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," ujarnya.
Salmah menutup takziah dengan penghormatan dan rasa terima kasih atas seluruh pengabdian almarhumah.
"Selamat jalan, Ibu Prof. Siti Chamamah Soeratno. Terima kasih atas jalan perjuangan panjang yang telah Ibu bentangkan untuk kami semua. Nama Prof. Siti Chamamah Soeratno akan tetap terukir dalam sejarah gerakan perempuan berkemajuan, khususnya di 'Aisyiyah," tuturnya.
Putra almarhumah, Syauqi Soeratno, turut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada ibundanya untuk berkhidmat di Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Ia menjelaskan bahwa semangat pengabdian Prof. Chamamah berasal dari panggilan agama, yang diperkuat oleh lingkungan perjuangan di Persyarikatan.
"Beliau pernah menyampaikan kepada saya bahwa selain karena panggilan agama, semangat itu tumbuh karena semua yang bersama-sama dalam persyarikatan saling memberikan rida. Di lingkungan persyarikatan, kita tidak berbuat untuk kepentingan diri sendiri, tetapi berjuang untuk satu tujuan, yaitu meraih rida Allah," ujarnya.
Syauqi menambahkan bahwa nilai-nilai ini merupakan warisan berharga yang ingin ia teruskan kepada anak, menantu, serta cucu-cucu Prof. Chamamah, sebagai teladan keikhlasan dalam berkhidmat bagi umat dan Persyarikatan.
Takziah virtual ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang memberikan kesaksian, antara lain Ketua PP 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Ketua PP Muhammadiyah Amin Abdullah, tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin, tokoh senior 'Aisyiyah Shoimah Kastolani, Ketua PP 'Aisyiyah Masyitoh Chusnan, Inajati Adrisijanti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM Setiadi, Pemimpin Redaksi Suara 'Aisyiyah Adib Sofia, serta peneliti asal Jepang, Satomi Ohgata.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





