Prof. Siti Chamamah Soeratno Berpulang, Muhammadiyah-Aisyiyah Kenang Dedikasinya

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 8 Juli.
Ribuan anggota Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, bersama civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) serta masyarakat umum, memenuhi Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, pada Rabu (8/7). Mereka berkumpul untuk mengantarkan kepergian Prof. Siti Chamamah Soeratno, salah satu tokoh dan kader terbaik Persyarikatan yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah.
Wafatnya Prof. Siti Chamamah Soeratno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah-'Aisyiyah. Beliau dikenang sebagai seorang ulama intelektual, akademisi terkemuka, dan kader persyarikatan yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa almarhumah adalah sosok ibu, tokoh persyarikatan, guru bangsa, akademisi, dan cendekiawan sejati yang mewariskan pemikiran serta keteladanan.
Saat melepas jenazah di Masjid Gedhe Kauman, Haedar menuturkan, βLahir pada tahun 1941, beliau adalah sosok yang sangat mencintai ilmu, suka berdiskusi, bahkan pandai berdebat dalam hal keilmuan. Keahlian akademisnya diakui secara luas, sangat teliti.β
Haedar juga berbagi kenangan saat berinteraksi dengan almarhumah sebagai sesama penguji disertasi di Universitas Gadjah Mada. Menurutnya, Prof. Siti Chamamah dikenal sebagai penguji yang mampu menciptakan suasana akademik yang hangat dan menggembirakan, namun tetap kritis serta tajam dalam memberikan masukan kepada para mahasiswa.
Dedikasi almarhumah sebagai kader Muhammadiyah dan 'Aisyiyah juga sangat luar biasa di mata Haedar. Ia bersaksi bahwa selama puluhan tahun mengenal Prof. Siti Chamamah, beliau selalu menjalankan amanah dengan penuh kesungguhan, tanpa mengenal lelah atau batasan waktu. βKalau orang memberi amanah beliau selalu suka mencatat. Beliau juga selalu mengatakan Muhammadiyah itu hebat, 'Aisyiyah itu hebat karena pemikirannya yang maju melampaui zamannya, dan amaliahnya yang dirasakan langsung,β ujar Haedar.
Dalam dunia akademik, Prof. Siti Chamamah Soeratno dikenal luas sebagai pakar filologi dan sastra Melayu. Kariernya menanjak hingga meraih gelar Guru Besar di Universitas Gadjah Mada. Kepakarannya di bidang filologi telah menghasilkan berbagai karya ilmiah yang menjadi rujukan penting dalam pengembangan khazanah keilmuan dan kebudayaan Indonesia.
Jejak pengabdiannya di lingkungan Persyarikatan juga sangat panjang. Beliau tercatat pernah menjadi Ketua Umum Nasyiatul 'Aisyiyah dari tahun 1965 hingga 1985. Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada periode 1995-2000. Puncaknya, beliau dipercaya memimpin Pimpinan Pusat 'Aisyiyah selama dua periode berturut-turut, yaitu 2000-2005 dan 2005-2010.
Di bawah kepemimpinan Prof. Siti Chamamah, 'Aisyiyah semakin memperkuat perannya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang aktif di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Keteladanan, keluasan ilmu, serta dedikasi almarhumah menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan dakwah dan amal usaha Persyarikatan.
Setelah disalatkan di Masjid Gedhe Kauman, jenazah Prof. Siti Chamamah Soeratno diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Makam Karangkajen, Yogyakarta. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, tetapi juga merupakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan dan keilmuan Indonesia. Warisan pemikiran, keteladanan, dan semangat pengabdiannya akan terus hidup dan menginspirasi lahirnya kader-kader berilmu yang akan meneruskan perjuangannya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





