Lazismu Prioritaskan Integrasi Tata Kelola ZISKA untuk Optimalisasi Dampak Sosial

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, 18 Juni 2024 - Menjelang peringatan Milad ke-24 yang akan jatuh pada 4 Juli 2026, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”. Tema ini merefleksikan komitmen Lazismu dalam memperkuat sinergi kelembagaan guna menghadirkan tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) yang semakin signifikan bagi pemberdayaan masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, menjelaskan bahwa prinsip integrasi merupakan bagian fundamental dari nilai-nilai Islam, berakar pada konsep tauhid dan persatuan. “Integrasi adalah sunnatullah. Terinspirasi dari tauhid yang menjadi fondasi kesatuan ketuhanan, kesatuan penciptaan, dan kesatuan kemanusiaan. Integrasi menautkan setiap hierarki kelembagaan Lazismu dalam satu kesatuan sistem,” ujarnya pada Selasa (7/7).
Menurut Rais, tata kelola yang terintegrasi memungkinkan pengelolaan amanah umat secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Integrasi ini diwujudkan melalui tiga prinsip utama: Satu Sistem, Satu Gerak, dan Satu Tujuan. Dengan demikian, seluruh tahapan mulai dari penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pelaporan ZISKA dapat berjalan selaras dalam satu arah kebijakan nasional.
Sistem terpadu ini memungkinkan Lazismu di tingkat pusat, wilayah, dan daerah untuk bergerak sinergis, saling menguatkan, serta memperluas kolaborasi. Kemitraan dapat dijalin baik di lingkungan internal Persyarikatan Muhammadiyah maupun dengan lembaga eksternal, seperti Kementerian Agama, BAZNAS, dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya.
“Integrasi data dan teknologi akan mempercepat pengambilan keputusan, memudahkan pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Muaranya adalah menghadirkan kebermanfaatan yang semakin luas bagi pemberdayaan umat dan kemanusiaan, termasuk mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki serta memperkuat pembelaan terhadap kaum mustadh’afin,” tegas Rais.
Senada dengan itu, Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menambahkan bahwa penguatan integrasi ini merupakan amanat yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Lazismu periode 2025-2030. “Sesuai amanat Renstra Lazismu 2025-2030, kami bertekad menghadirkan ekosistem ZISKA yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan,” kata Barry.
Memasuki usia tiga windu atau 24 tahun, Barry menyatakan bahwa Lazismu akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi, pengembangan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas dan profesionalitas para amil. “Integrasi pikiran, perencanaan, dan tindakan Lazismu di seluruh Indonesia berbasis teknologi akan semakin menguatkan dampak ZISKA bagi masyarakat sekaligus menghadirkan layanan terbaik kepada para muzaki dan penerima manfaat,” pungkasnya.
Peringatan Milad ke-24 menjadi momentum penting bagi Lazismu untuk terus memperkuat perannya sebagai lembaga filantropi Islam yang profesional, terpercaya, dan berkemajuan. Dengan dukungan dari seluruh elemen Persyarikatan dan masyarakat, Lazismu berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan keadilan sosial serta meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan ZISKA yang semakin efektif dan berkelanjutan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





