Haedar Nashir: Kiai Dahlan Menghendaki Perubahan, Bukan Melanggengkan Status Quo

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - BANTUL, 4 Juli 2020 - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti pentingnya semangat perubahan yang diusung oleh Kiai Ahmad Dahlan dalam membangun Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa Kiai Dahlan tidak pernah berkeinginan untuk melanggengkan status quo, melainkan selalu menghendaki kemajuan dan pembaharuan bagi umat.
Pernyataan tersebut disampaikan Haedar Nashir pada Sabtu (4/7) saat acara Peluncuran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta. Menurutnya, setiap komunitas masyarakat memiliki potensi tersembunyi untuk berkembang, namun potensi ini seringkali terhambat oleh tradisi yang membelenggu atau keengganan para elit untuk berubah.
Haedar menjelaskan bahwa potensi laten masyarakat kerap kali tidak termanifestasi menjadi kekuatan aktual karena adanya tembok penghalang, termasuk ketika perubahan tidak menguntungkan kelompok elit. "Ketika status quo itu menguntungkan dirinya, maka biarkanlah masyarakat, umat itu ternina bobokkan oleh kegiatan-kegiatan ritual yang indah, yang ramai gitukan, yang bareng-bareng gitu. Dan di situlah biasanya elit muncul sebagai tokoh yang seakan-akan menjadi representasi dari masyarakatnya," ujar Haedar.
Menyikapi kondisi tersebut, Kiai Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah hadir sebagai agen perubahan yang mendobrak kemandekan. Beliau mewujudkan visi kemajuan umat melalui aksi nyata, seperti mendirikan sekolah dengan sistem pendidikan Islam modern. Inisiatif ini menjadi pembeda signifikan dari gerakan pembaharuan Islam lainnya pada masanya.
Tidak hanya pendidikan, Kiai Dahlan juga mempelopori pembangunan rumah sakit dan mendirikan organisasi perempuan 'Aisyiyah, yang menunjukkan komitmennya terhadap perubahan holistik. Kiai Dahlan, lanjut Haedar, tidak ingin terjebak dalam kenyamanan atau status quo sebagai seorang elit agama. Baginya, yang terpenting adalah kemajuan Islam dan kesejahteraan umat di dunia serta akhirat.
"Kiai Dahlan tidak ingin klangenan, Kiai Dahlan tidak ingin status quo. Tetapi dia ingin perubahan, karena perubahan itulah yang menjadi jiwa Islam," tegas Haedar Nashir.
Oleh karena itu, Haedar mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus membangkitkan potensi laten yang ada dalam diri dan masyarakat menjadi potensi aktual yang nyata, melawan kejumudan atau stagnasi yang menjadi musuh utama Kiai Dahlan dan Muhammadiyah.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





