PP Nasyiatul Aisyiyah Tekankan Kepemimpinan sebagai Amanah di Musykerwil Sulsel

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menegaskan bahwa penguatan cabang dan ranting harus menjadi prioritas utama gerakan perempuan muda Muhammadiyah.
Pesan itu disampaikan Ketua Departemen Organisasi PP Nasyiatul Aisyiyah, Nimatul Azizah, saat mewakili Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah dalam Musykerwil II Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan di Aula I-Gift Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat, 5 Juni 2026.
Forum tersebut mengusung tema "Memajukan Perempuan, Mengokohkan Peradaban melalui Penguatan Cabang dan Ranting Nasyiatul Aisyiyah di Sulawesi Selatan". Menurut Nimatul, peradaban tidak dibangun dari atas, tetapi dari akar gerakan. Bagi Nasyiatul Aisyiyah, akar gerakan itu berada di cabang dan ranting.
Nimatul mengingatkan agar organisasi tidak hanya sibuk dengan program besar di tingkat wilayah. Program yang baik harus sampai ke bawah dan dirasakan langsung oleh kader di akar rumput. Ia menggambarkan organisasi seperti pohon: semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kuat akar yang dibutuhkan.
Selain penguatan struktur akar rumput, Nimatul menyoroti makna kepemimpinan. Jabatan dalam organisasi, menurutnya, bukan fasilitas atau simbol kebanggaan. Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerja, tanggung jawab, dan kesiapan menanggung konsekuensi.
Ia mengajak kader Nasyiatul Aisyiyah mempertimbangkan kesiapan waktu, tenaga, pikiran, serta dukungan keluarga sebelum menerima amanah. Kader Nasyiah umumnya menjalankan banyak peran sekaligus, baik sebagai mahasiswa, pekerja, istri, ibu, maupun anggota masyarakat. Karena itu, kepemimpinan perlu dijalankan dengan kesadaran dan komitmen.
Nimatul juga menekankan pentingnya menjadikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai ruang yang sehat bagi kader. Organisasi diharapkan menjadi tempat pulang, tempat belajar, tempat bertumbuh, dan tempat menemukan makna pengabdian. Organisasi tidak boleh menjadi ruang yang menambah beban, tetapi harus menguatkan kadernya.
Ia turut mengingatkan tradisi kolektif-kolegial dalam organisasi. Nasyiatul Aisyiyah tidak boleh bergantung pada satu figur. Gerakan perlu dibangun melalui sistem, kerja tim, dan keberlanjutan program agar organisasi tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Nimatul mengapresiasi kiprah kader Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Ia berharap kader yang mendapat amanah selalu berorientasi pada kontribusi dan pengabdian, bukan sekadar pencapaian jabatan.
Nimatul juga mendorong pimpinan untuk turun ke daerah, cabang, dan ranting guna mendengar kebutuhan nyata kader. Denyut nadi organisasi, katanya, berada di akar rumput. Dari sana organisasi menemukan alasan untuk terus hadir dan bergerak.
Musykerwil II PW Nasyiah Sulsel dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Ishak Iskandar, M.Kes., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Hadir pula Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan Dr. Pantja Nur Wahidin, Ketua PWA Sulawesi Selatan Dr. Mahmudah, M.Hum., Ketua PW Nasyiah Sulawesi Selatan Darnawati Radjab, S.Pd.I., M.Pd.Gr., jajaran pimpinan wilayah dan daerah Nasyiatul Aisyiyah, unsur pimpinan Unismuh Makassar, para dekan, serta perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah.





