Pimpinan Pusat Tapak Suci Awasi Ketat Seleksi Beasiswa UMY, Prioritaskan Komitmen Kader

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 24 Mei 2024 - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, secara langsung memimpin proses seleksi Program Beasiswa Tapak Suci yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun ini.
Keterlibatan aktif PP Tapak Suci dalam tahapan seleksi ini merupakan langkah strategis untuk menjamin bahwa para penerima beasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik atau olahraga, tetapi juga memiliki dedikasi dan komitmen yang teguh terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.
βBaru kali ini Pimpinan Pusat terlibat langsung dalam proses seleksinya. Ini menjadi ikhtiar kita untuk memastikan kader-kader terbaik dapat bergabung dan berkembang di PTMA,β terang Afnan, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima pada Rabu (1/7).
Afnan mengemukakan, kualitas seorang kader tidak semata-mata diukur dari pencapaian akademis atau prestasi di arena olahraga. Lebih esensial dari itu adalah kemampuan mereka dalam mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, faktor penentu utama, menurutnya, adalah semangat perjuangan atau ghirah yang melekat pada setiap kader.
βDi dalam organisasi, yang paling penting adalah ghirah. Kemampuan itu nomor dua, ghirah yang pertama. Kalau semangatnya sudah kuat, nanti perguruan tinggi akan meningkatkan kemampuan akademis dan organisasinya,β imbuhnya.
Lebih lanjut, Afnan menjelaskan bahwa UMY merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) yang telah dikenal luas atas prestasi dan reputasinya yang kuat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci. Oleh karena itu, program beasiswa ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan Tapak Suci di lingkungan PTMA, khususnya bagi kampus-kampus yang masih menghadapi keterbatasan dalam jumlah pelatih.
Para penerima beasiswa nantinya akan mengemban amanah penting untuk menggerakkan pembinaan atlet dan mencetak kader-kader pelatih baru di lingkungan kampus masing-masing.
Afnan juga menegaskan bahwa Tapak Suci tidak hanya berperan sebagai organisasi pencak silat, melainkan juga berfungsi sebagai media syiar Islam dan Muhammadiyah di kancah internasional. Saat ini, Tapak Suci telah berhasil mengembangkan sayapnya di 24 negara. Bahkan, di beberapa negara, keberadaan Tapak Suci telah dikenal lebih dahulu dibandingkan dengan Muhammadiyah itu sendiri.
βSaat ini, Tapak Suci telah berkembang di 24 negara. Bahkan di beberapa negara, Tapak Suci dikenal lebih dulu daripada Muhammadiyah,β pungkasnya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





