PDM Gowa Apresiasi Konsistensi PRM Samata dalam Gerakan Salat Subuh Berjamaah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - GOWA, Sabtu, 27 Juni 2026 - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa memberikan penghargaan tinggi atas dedikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Samata. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi PRM Samata dalam menginisiasi dan melaksanakan Gerakan Salat Subuh (GSS) berjamaah secara rutin. Kegiatan dakwah yang telah berlangsung tanpa henti sejak tahun 2025 ini dinilai layak menjadi teladan bagi seluruh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Gowa.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PDM Kabupaten Gowa, H. Ardan Ilyas, S.Ag., dalam sambutannya pada acara Gerakan Salat Subuh PRM Samata. Acara tersebut diselenggarakan di Masjid Balda Zakinah, Samata, Kabupaten Gowa, pada waktu subuh, Sabtu (27/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H. Ardan Ilyas menyoroti jumlah Pimpinan Ranting dan Cabang Muhammadiyah di wilayahnya. “Saat ini terdapat 144 PRM dan 22 PCM di Kabupaten Gowa. Namun, sejauh ini hanya PRM Samata yang secara konsisten menggerakkan dakwah melalui Gerakan Salat Subuh seperti yang kita saksikan hari ini,” ungkap Ardan Ilyas.
Ia juga menyatakan rasa syukurnya atas keberlanjutan inisiasi Gerakan Salat Subuh yang dimulai sejak tahun 2025 di Masjid Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unismuh Samata. “Tentu saya bersyukur karena PRM Samata terus menggelorakan dakwah Muhammadiyah melalui gerakan salat subuh berjamaah. Sebagai Ketua PDM Gowa, saya berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan dapat diikuti oleh seluruh PRM dan PCM se-Kabupaten Gowa,” tambahnya.
Tausiah pada kegiatan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Amrah Kasim, M.A., seorang Guru Besar Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar yang juga dikenal sebagai mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada era 1980-an. Selama lebih dari satu jam, Prof. Amrah mengupas makna dan kandungan dari beberapa ayat Al-Qur’an, khususnya yang terdapat dalam Surah Yasin, Surah Al-Kahfi, dan Surah Al-Furqan ayat 74. Ia menekankan pentingnya mentadabburi Al-Qur’an sebagai kunci untuk meraih ketenangan dalam kehidupan.
“Karena itu, saya selalu mengajak kita semua untuk bersama-sama mentadabburi kandungan Al-Qur’an. Insya Allah, jika kita mampu memahami maknanya, maka akan tercipta ketenangan lahir dan batin,” ujar Prof. Amrah.
Sementara itu, Ketua PRM Samata, Prof. Dr. KH. Mustari Bosrah, M.A., menjelaskan bahwa Gerakan Salat Subuh merupakan wujud nyata dari amanah persyarikatan untuk menghidupkan syiar dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat. Kiai Mustari, yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Keperawatan Muhammadiyah Makassar, menguraikan dua tujuan utama dari gerakan ini.
“Kami memiliki dua tujuan utama dalam Gerakan Salat Subuh ini. Pertama, mempererat silaturahmi sesama warga Muhammadiyah dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya. Kedua, menghidupkan program ranting dalam menggelorakan dakwah Muhammadiyah kepada umat,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini diakhiri dengan jamuan makanan ringan yang telah disiapkan oleh pengurus Aisyiyah Ranting Samata. Sejumlah tokoh Muhammadiyah turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Dr. Haidir Fitrah, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Selatan, serta Dr. M. Ilham Muchtar, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, bersama beberapa pengurus Muhammadiyah lainnya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





