PCIM Tunisia dan KBRI Perkuat Sinergi Pembinaan Umat di Luar Negeri

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - TUNISIA, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia baru-baru ini melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis. Agenda utama kunjungan pada Kamis, 16 Juli 2026, ini adalah untuk mempererat hubungan kelembagaan serta menyampaikan hasil Musyawarah Cabang Istimewa (Musycabis) PCIM Tunisia yang telah diselenggarakan sehari sebelumnya, yakni Rabu, 15 Juli 2026.
Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh Ketua PCIM Tunisia periode 2026-2028, Liga Alhaqi, bersama Ketua PCIM Tunisia periode 2024-2026, Naufal Sholahuddin. Keduanya disambut langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, di kantor KBRI.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Zuhairi Misrawi menekankan pentingnya kader Muhammadiyah untuk senantiasa mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman. Ia juga mengingatkan bahwa setiap bentuk pengabdian harus dilandasi keikhlasan agar dapat melahirkan karya dan manfaat yang dirasakan luas oleh masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua PCIM Tunisia, Liga Alhaqi, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjaga komunikasi harmonis dengan KBRI Tunis. Liga juga meminta bimbingan dari Duta Besar sebagai bekal dalam menjalankan amanah kepengurusan mendatang.
"Silaturahmi ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat sinergi antara PCIM Tunisia dan KBRI Tunis. Selain menyampaikan hasil Musycabis, kami juga memohon nasihat serta arahan dari Bapak Duta Besar agar langkah dan gerak organisasi ke depan semakin baik, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di Tunisia," ujar Liga.
Pada sesi yang sama, Naufal Sholahuddin, Ketua PCIM Tunisia periode sebelumnya, mengajukan pertanyaan kepada Duta Besar mengenai peran strategis kader Muhammadiyah setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Menjawab hal tersebut, Zuhairi Misrawi berpesan agar para kader tidak hanya berhenti pada pencapaian akademik. Sebaliknya, ilmu pengetahuan, pengalaman, serta jejaring yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di luar negeri harus dijadikan modal berharga untuk didedikasikan bagi kemajuan bangsa dan keberlanjutan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, nilai seorang kader tidak hanya ditentukan oleh prestasi, melainkan juga dari sejauh mana kontribusi ilmu dan pengalamannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia satu dekade, PCIM Tunisia diharapkan terus menjadi pusat lahirnya kader-kader berintegritas, berwawasan global, dan mampu memperluas jejaring Persyarikatan Muhammadiyah di kancah internasional. Organisasi ini juga diharapkan tetap istikamah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
Silaturahmi ini menegaskan kembali komitmen bersama antara PCIM Tunisia dan KBRI Tunisia untuk terus menjalin komunikasi erat dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembinaan mahasiswa Indonesia di Tunisia. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat melahirkan berbagai program yang tidak hanya bermanfaat bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia di Tunisia.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





