Hilman Latief: Ruh Perjuangan dan Tata Kelola Kuat Jamin Ketahanan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, mengajak seluruh anggota Persyarikatan untuk terus memelihara semangat perjuangan dan memperkuat ketahanan organisasi. Ajakan ini disampaikan dalam rangka menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Hilman Latief saat menjadi pembicara dalam acara Hari Bermuhammadiyah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Matraman di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu (18/7).
Hilman menegaskan bahwa kekuatan dan keberlangsungan Muhammadiyah tidak semata-mata diukur dari perkembangan amal usaha atau kemegahan bangunan. Lebih dari itu, kekuatan Persyarikatan bersandar pada terpeliharanya semangat dakwah, pengabdian, serta proses kaderisasi yang berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya. “Muhammadiyah akan terus kuat apabila ruh perjuangan, semangat berkhidmat, dan kaderisasinya tetap hidup di tengah warga Persyarikatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hilman mengulas kembali esensi Risalah Islam Berkemajuan. Dokumen ini menempatkan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, tajdid atau pembaruan, ilmu, dan amal. Keempat pilar ini, menurutnya, menjadi landasan bagi Muhammadiyah dalam mewujudkan Islam yang mencerahkan. Implementasinya terlihat melalui berbagai inisiatif di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, peningkatan literasi keagamaan, dan program-program pemberdayaan sosial.
Selain penguatan ideologi, Hilman juga menyoroti urgensi pembangunan ketahanan organisasi. Hal ini mencakup tata kelola keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Di tengah beragam tantangan, Muhammadiyah dituntut untuk semakin profesional dalam mengelola sumber daya dan merancang keberlanjutan program-programnya. Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam penyelenggaraan kegiatan, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta penyusunan skenario keberlanjutan organisasi. Langkah-langkah strategis ini, ujarnya, krusial untuk menjadikan Persyarikatan lebih mandiri dan berdaya.
Dalam kesempatan yang sama, Hilman memaparkan beberapa program strategis PP Muhammadiyah. Program-program tersebut meliputi pengembangan perumahan bagi warga Muhammadiyah melalui kerja sama dengan perbankan syariah dan pemerintah, penyusunan skema jaminan hari tua bagi guru dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta pengembangan kawasan pemakaman Muhammadiyah yang dikelola secara profesional sebagai bagian dari layanan sosial Persyarikatan.
Di sektor pendidikan, Hilman menegaskan bahwa sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) harus senantiasa berperan sebagai instrumen pembaruan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan didorong untuk menjaga keberlangsungan dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Tujuannya adalah agar lembaga-lembaga ini terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





