PC IMM Kota Palopo Sukses Gelar Musycab Ke-XXXIV

MUHAMMADIYAH SULSEL, PALOPO - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Palopo menuntaskan Musyawarah Cabang ke-XXXIV yang digelar pada 19-20 Juni 2026 di Multi Convention Center Universitas Muhammadiyah Palopo. Forum ini menjadi arena konsolidasi organisasi sekaligus penentuan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026-2027.
Musycab diikuti peserta dari 13 komisariat se-Kota Palopo, unsur pimpinan cabang, demisioner, dan peninjau. Sepanjang forum, peserta menjalani tahapan organisasi mulai dari laporan pertanggungjawaban, sidang komisi, pembahasan arah gerakan, hingga pemilihan formatur pimpinan cabang.
Panitia menyiapkan proses pemilihan sesuai tata tertib yang telah disepakati. Para calon ketua umum diberi ruang menyampaikan visi, misi, dan komitmen mereka dalam memperkuat peran IMM di lingkungan kampus, Persyarikatan, dan masyarakat Kota Palopo. Tahapan itu kemudian dilanjutkan dengan pemungutan suara langsung oleh peserta.
Berdasarkan hasil pemilihan, forum menetapkan Immawan Arfandi Arifin sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Palopo periode 2026-2027. Penetapan ini menandai berakhirnya seluruh tahapan utama Musycab dan menjadi titik awal penyusunan agenda kerja kepengurusan baru.
Ketua Bidang Media dan Komunikasi PC IMM Kota Palopo, Muhammad Faikar, menyatakan bahwa Musycab berlangsung tertib dan tetap berada dalam koridor mekanisme organisasi. Menurutnya, forum ini menunjukkan bahwa tradisi musyawarah dan regenerasi di tubuh IMM tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa kehadiran formatur baru harus diikuti dengan komitmen nyata untuk menjaga IMM sebagai ruang kaderisasi yang melahirkan kader solutif. Bagi IMM Palopo, peran itu mencakup kontribusi terhadap Persyarikatan Muhammadiyah, perguruan tinggi, dan persoalan sosial kemasyarakatan di daerah.
Musycab juga dipandang sebagai momentum evaluasi atas kerja-kerja sebelumnya sekaligus perumusan prioritas baru. Tantangan yang dihadapi cabang bukan hanya menjaga kesinambungan organisasi, tetapi juga memastikan program kerja lebih adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan kader serta dinamika masyarakat.
Setelah Musycab usai, kepengurusan baru diharapkan segera menyusun langkah operasional yang konkret. Fokus itu penting agar hasil musyawarah tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, melainkan berlanjut menjadi gerakan yang lebih tertata dan memberi dampak bagi IMM Kota Palopo.





