Panduan Salat Tarawih: Memahami Sunnah Nabi dan Fikihnya

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, Kedatangan bulan Ramadan selalu menghidupkan kembali suasana masjid dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan barisan jemaah yang memenuhi saf untuk menunaikan salat Tarawih. Meskipun menjadi ibadah rutin tahunan, pelaksanaan Tarawih kerap memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan umat, mulai dari jumlah rakaat, tata cara, hingga variasi praktik berjemaah. Untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai ibadah ini, rujukan utama yang paling sahih adalah hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang secara langsung mengulas tentang qiyam Ramadan.
Tarawih itu Sunnah bukan Wajib
Salah satu landasan utama mengenai status hukum salat Tarawih adalah riwayat dari Ummul Mukminin Aisyah RA. Beliau mengisahkan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW salat malam di masjid pada bulan Ramadan:
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฃูู ูู ุงููู ูุคูู ูููููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููุง ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุตููููู ุฐูุงุชู ููููููุฉู ููู ุงููู ูุณูุฌูุฏูุ ููุตููููู ุจูุตูููุงุชููู ููุงุณูุ ุซูู ูู ุตููููู ู ููู ุงููููุงุจูููุฉูุ ููููุซูุฑู ุงููููุงุณูุ ุซูู ูู ุงุฌูุชูู ูุนููุง ู ููู ุงููููููููุฉู ุงูุซููุงููุซูุฉู ุฃููู ุงูุฑููุงุจูุนูุฉู ููููู ู ููุฎูุฑูุฌู ุฅูููููููู ู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ููููู ููุง ุฃูุตูุจูุญู ููุงูู: ยซ ููุฏู ุฑูุฃูููุชู ุงูููุฐูู ุตูููุนูุชูู ูุ ููููู ู ููู ูููุนูููู ู ููู ุงููุฎูุฑููุฌู ุฅูููููููู ู ุฅููููุง ุฃููููู ุฎูุดููุชู ุฃููู ุชูููุฑูุถู ุนูููููููู ูยป ููุฐููููู ููู ุฑูู ูุถูุงูู ( ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
"Diriwayatkan dari โAisyah Ummul Mukminin ra, bahwa Rasulullah saw salat pada suatu malam di masjid, lalu beberapa orang ikut salat bersama beliau. Pada malam berikutnya beliau salat lagi sehingga jamaah semakin banyak. Pada malam ketiga atau keempat mereka kembali berkumpul, namun Rasulullah saw tidak keluar menemui mereka. Ketika pagi tiba, beliau bersabda: โAku telah mengetahui apa yang kalian lakukan. Tidak ada yang menghalangiku keluar menemui kalian kecuali karena aku khawatir salat ini akan diwajibkan atas kalian.โ Dan peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan. (HR. al-Bukhari)"
Hadis ini secara jelas mengindikasikan bahwa Tarawih merupakan ibadah sunnah, bukan kewajiban yang mengikat. Sikap Nabi SAW untuk tidak terus-menerus mengimami jemaah adalah wujud kasih sayang agar umatnya tidak merasa terbebani.
Status sunnah ini diperkuat oleh hadis dari Abu Hurairah RA:
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฑูุบููุจู ููู ููููุงู ู ุฑูู ูุถูุงูู ู ููู ุบูููุฑู ุฃููู ููุฃูู ูุฑูููู ู ุจูุนูุฒููู ูุฉูุ ุซูู ูู ููููููู: ยซ ู ููู ููุงู ู ุฑูู ูุถูุงูู ุฅููู ูุงููุง ููุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุบูููุฑู ูููู ู ูุง ุชูููุฏููู ู ู ููู ุฐูููุจูููยป ( ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
"Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw menganjurkan untuk melaksanakan qiyam Ramadan tanpa memerintahkannya dengan perintah yang keras. Kemudian beliau bersabda: โBarang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ (HR. Abu Dawud)"
Frasa "tanpa perintah yang keras" dalam hadis ini merujuk pada status hukum Tarawih yang bersifat anjuran, bukan kewajiban. Meskipun sangat dianjurkan dan dijanjikan pahala besar, ibadah ini tidak diwajibkan.
Tidak Setiap Malam Nabi Saw Tarawih Berjamaah
Praktik Tarawih berjemaah tidak selalu menjadi rutinitas harian Nabi SAW, sebagaimana digambarkan dalam hadis Abu Dzar RA:
ุนููู ุฃูุจูู ุฐูุฑูู ููุงูู: ุตูู ูููุง ู ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฑูู ูุถูุงููุ ููููู ู ููููู ู ุจูููุง ุดูููุฆูุง ู ููู ุงูุดููููุฑู ุญูุชููู ุจููููู ุณูุจูุนูโฆ ยซ ุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ุฅูุฐูุง ุตููููู ู ูุนู ุงููุฅูู ูุงู ู ุญูุชููู ููููุตูุฑููู ุญูุณูุจู ูููู ููููุงู ู ููููููุฉูยป ( ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
"Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, ia berkata: Kami berpuasa bersama Rasulullah saw di bulan Ramadan. Beliau tidak salat malam bersama kami hingga tersisa tujuh malamโฆ Lalu beliau bersabda: โSesungguhnya seseorang jika salat bersama imam sampai selesai, maka dicatat baginya pahala qiyam satu malam penuh.โ (HR. Abu Dawud)"
Hadis ini menegaskan dua poin penting: pertama, kebolehan melaksanakan Tarawih secara berjemaah; dan kedua, keutamaan besar bagi mereka yang mengikuti imam hingga selesai, yang pahalanya setara dengan qiyam semalam penuh.
Jumlah Rakaat Tarawih dan Witir Nabi itu 11 Rakaat
Di tengah beragamnya praktik di masyarakat, penting untuk memahami jumlah rakaat salat malam yang dilakukan Nabi SAW, baik selama Ramadan maupun di luar Ramadan. Aisyah RA memberikan penjelasan yang sangat eksplisit:
ู ูุง ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฒููุฏู ููู ุฑูู ูุถูุงูู ููููุง ููู ุบูููุฑููู ุนูููู ุฅูุญูุฏูู ุนูุดูุฑูุฉู ุฑูููุนูุฉู ( ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู )
"Rasulullah saw tidak pernah menambah salat malamnya, baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, lebih dari sebelas rakaat.โ (HR. al-Bukhari dan Muslim)"
Hadis ini mengindikasikan bahwa praktik qiyam Ramadan yang kemudian dikenal sebagai Tarawih, yang dilakukan Nabi SAW, berjumlah 11 rakaat, termasuk salat Witir. Ini merupakan sunnah Nabi yang otentik dan memiliki sanad yang kuat.
Lebih Utama Dikerjakan pada Larut Malam
Waktu yang paling utama (afdhal) untuk menunaikan salat Tarawih adalah pada larut malam, dan dilaksanakan secara berjemaah di masjid. Rasulullah SAW pernah keluar menuju masjid pada waktu yang sudah larut, kemudian salat berjemaah bersama para sahabat hingga mendekati waktu sahur.
Meskipun demikian, salat Tarawih juga diperbolehkan untuk dikerjakan pada awal malam setelah salat Isya secara berjemaah di masjid. Pilihan ini sering diambil untuk meraih keutamaan pahala berjemaah, terutama bagi mereka yang mungkin kesulitan melaksanakannya di waktu larut malam.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





