Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Gandeng BPJS Kesehatan Sosialisasikan Layanan JKN

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan menggandeng BPJS Kesehatan Kantor Cabang Makassar dalam sosialisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional.
Kegiatan itu berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) II PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu, 6 Juni 2026. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman kader mengenai hak, kewajiban, dan akses layanan BPJS Kesehatan.
Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Makassar, Zari Puspita Ayu, menyampaikan bahwa pihaknya antusias berkolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah. Menurutnya, peserta Musykerwil merupakan perempuan muda yang memiliki jejaring luas di tengah masyarakat.
Zari berharap kader Nasyiatul Aisyiyah dapat membantu memberi edukasi kepada masyarakat terkait hak dan kewajiban peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Dengan jaringan organisasi yang tersebar hingga daerah, cabang, dan ranting, kader Nasyiah dinilai dapat menjadi penghubung informasi layanan kesehatan yang benar.
Dalam sosialisasi tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan berbagai kanal layanan dan pengaduan. Salah satu yang dijelaskan adalah BPJS Satu, kanal yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan keluhan, dan mengakses bantuan terkait layanan BPJS Kesehatan.
Zari menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak hanya menjalankan fungsi penyelenggara jaminan kesehatan. Lembaga ini juga memiliki fungsi edukasi agar masyarakat memahami alur layanan, hak peserta, kewajiban pembayaran iuran, serta mekanisme pengaduan ketika menghadapi kendala.
Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan, Darnawati Rajab, mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menilai informasi terkait layanan BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi kader yang nantinya bersentuhan langsung dengan warga di berbagai kabupaten dan kota.
Darnawati berharap kader Nasyiatul Aisyiyah dapat menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing. Kader diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar, membantu masyarakat memahami akses layanan, dan ikut mengurangi kesalahpahaman mengenai Jaminan Kesehatan Nasional.
Kolaborasi ini memperlihatkan peran organisasi perempuan muda Muhammadiyah dalam isu kesehatan publik. Melalui Musykerwil II, Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya membahas konsolidasi organisasi, tetapi juga memperkuat kapasitas kader untuk hadir menjawab kebutuhan masyarakat.




