Muhammadiyah dan Yedi Hilal Turki Gelar Pertemuan, Bahas Sinergi Pembinaan Pemuda

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, Rabu, 22 Juli
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melalui Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI), menyambut kunjungan delegasi organisasi kepemudaan asal Turki, Yedi Hilal. Pertemuan yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta ini fokus mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi strategis, termasuk dalam pengembangan kepemudaan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, pendidikan, hingga inovasi teknologi.
Delegasi Yedi Hilal yang hadir meliputi Tarık Ziyd Kanadıkırık dari Marmara University, Ahmet Salih Yıldız dari Sivas Cumhuriyet University, dan Yusuf Kerem Taştan dari Sakarya University. Mereka didampingi oleh Nanda Kurniawan, Sekretaris Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki. Dari pihak Muhammadiyah, Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni, bersama Endang Zakaria dan Ai Fatimah, menyambut rombongan. Hadir pula perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Yedi Hilal memperkenalkan organisasinya yang didirikan di Istanbul pada tahun 2012. Yedi Hilal bergerak sebagai gerakan kepemudaan yang bertekad membangun generasi dengan landasan ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai-nilai Islam. Mereka juga memaparkan program-program unggulan, seperti "Seven Beautiful Readings" untuk memperkuat tradisi intelektual, "Commercial School" guna membina kewirausahaan, serta program pengembangan teknologi melalui partisipasi dalam Teknofest.
Imam Addaruqutni menyambut positif potensi kerja sama ini, menyoroti kesamaan visi antara Muhammadiyah dan Yedi Hilal sebagai fondasi penting untuk kolaborasi konkret dalam pembinaan generasi muda. Ia mengemukakan bahwa sinergi dapat dikembangkan bersama organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang telah memiliki jaringan internasional. "Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui program pertukaran pemuda, penguatan kepemimpinan, pendidikan, kewirausahaan, hingga inovasi teknologi yang memberikan manfaat bagi kader di kedua negara," kata Imam Addaruqutni.
Senada, Ai Fatimah menambahkan bahwa model pembinaan perempuan yang diterapkan Yedi Hilal menunjukkan kesamaan dengan pendekatan Muhammadiyah melalui organisasi perempuan 'Aisyiyah. Ia menjelaskan, "'Aisyiyah merupakan organisasi perempuan yang tidak terpisahkan dari Muhammadiyah. Meski memiliki kepemimpinan dan programnya sendiri, 'Aisyiyah berjalan seiring dengan Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat." Ai juga menegaskan bahwa meskipun 'Aisyiyah memiliki struktur organisasi yang mandiri, ia tetap menjadi bagian integral dari Persyarikatan Muhammadiyah dalam mengembangkan berbagai amal usaha dan gerakan pemberdayaan masyarakat.
Selain membahas peluang kerja sama, diskusi juga mencakup berbagai topik penting lainnya, termasuk struktur organisasi, sistem kaderisasi, hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, serta strategi dalam mempersiapkan generasi muda Muslim agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam. Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan antara Muhammadiyah dan Yedi Hilal untuk terus memperkuat komunikasi dan menjajaki beragam bentuk kolaborasi. Kedua belah pihak berharap inisiatif ini menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas di bidang kepemudaan, pendidikan, dan pengembangan kapasitas kader di kancah internasional.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





