Perpustakaan Masjid Attaqwa Surabaya Perkuat Literasi dan Semangat Muhammadiyah Berkemajuan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SURABAYA, 21 Juli 2023
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang cenderung menggeser minat membaca buku, Masjid Attaqwa Pogot Surabaya mengambil langkah progresif dengan menghadirkan Perpustakaan Masjid Attaqwa. Pendirian fasilitas ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi budaya literasi di lingkungan masjid, sekaligus menegaskan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Muchamad Arifin, yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Takmir Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, menjelaskan bahwa keberadaan perpustakaan ini adalah manifestasi nyata dari semangat Muhammadiyah Berkemajuan. Menurutnya, penyediaan koleksi buku-buku umum di masjid sejalan dengan prinsip Muhammadiyah yang sejak awal berdiri menjadikan dakwah, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama pembangunan peradaban.
“Buku melatih cara berpikir yang mendalam, membangun karakter, memperluas wawasan, dan melahirkan kebijaksanaan. Karena itu, masjid harus menjadi rumah ilmu, tempat tumbuhnya budaya membaca dan belajar sepanjang hayat,” ujar Muchamad Arifin di Kantor Masjid Attaqwa Pogot Surabaya pada Selasa (21/7).
Ia menambahkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas literasi masyarakatnya. Oleh karena itu, perpustakaan masjid dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berilmu dan berakhlak mulia.
“Muhammadiyah Berkemajuan bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik atau kemajuan teknologi. Yang lebih utama adalah membangun manusia yang mencintai ilmu pengetahuan. Masjid harus mampu melahirkan generasi pembelajar, generasi yang berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, dan siap memberikan solusi bagi persoalan umat dan bangsa,” tambahnya.
Bagi Muhammadiyah, masjid memiliki peran yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah mahdhah. Ia juga berfungsi sebagai pusat transformasi sosial yang mampu melahirkan masyarakat yang tercerahkan. Semangat inilah yang telah mendorong Muhammadiyah selama lebih dari satu abad untuk mendirikan ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha lainnya di seluruh Indonesia.
Melalui penguatan budaya membaca, masjid diharapkan dapat membentuk ekosistem keilmuan yang kokoh, memperkuat karakter umat di tengah derasnya arus informasi yang seringkali tidak diimbangi dengan kedalaman berpikir. Di tengah dominasi budaya membaca cepat melalui media sosial, Masjid Attaqwa mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan buku sebagai sumber utama pengetahuan. Dari tradisi membaca, lahir tradisi berpikir; dari tradisi berpikir, lahir inovasi; dan dari inovasi, terbentuklah peradaban yang membawa kemajuan.
Perpustakaan Masjid Attaqwa Pogot bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan simbol komitmen bahwa masjid harus senantiasa menjadi pusat lahirnya ilmu, pencerahan, dan peradaban. Inilah wajah nyata Muhammadiyah Berkemajuan: memakmurkan masjid sekaligus mencerdaskan umat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





