Muharam: Menepis Mitos Kemalangan, Meraih Keutamaan Ibadah Sunah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 26 Juli 2024 - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Royan Utsani, menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menjadikan bulan Muharam sebagai kesempatan berharga dalam memperbaiki kualitas diri. Menurutnya, Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah, sarat dengan pelajaran sejarah dan keutamaan ibadah yang mendalam.
Seruan ini disampaikan Royan Utsani dalam sebuah kajian Kitab Riyฤdhuแนฃ แนขฤliแธฅฤซn yang berlangsung di Masjid KH Sudja Yogyakarta pada Kamis (25/06) lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus membahas tentang Muharam dan meluruskan berbagai pandangan yang keliru di masyarakat, terutama mitos Jawa yang menganggap bulan Sura sebagai periode yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan.
Royan menegaskan bahwa keyakinan semacam itu bertentangan dengan syariat Islam. Ia menjelaskan bahwa Muharam justru merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. "Kadang-kadang mitos dan syariat itu tidak bertemu. Padahal Muharam adalah bulan yang baik dan penuh pahala," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dimulai pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada Rabiulawal, penanggalan Hijriah diawali dengan Muharam. Royan menginterpretasikan Muharam sebagai masa persiapan penting sebelum hijrah, mengibaratkannya seperti proses membangun rumah yang diawali dengan persiapan fondasi yang kokoh. "Dalam hidup itu perlu perencanaan. Hijrah mengajarkan pentingnya planning sebelum melangkah," katanya.
Ia menambahkan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah simbol perjuangan hidup bagi seorang Muslim. "Hidup itu adalah perjuangan. Seorang Muslim akan terus berjuang hingga kedua kakinya masuk ke dalam surga."
Peristiwa Penting di Bulan Muharam
Royan Utsani juga mengulas berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Muharam, melibatkan para nabi terdahulu. Salah satu yang paling menonjol adalah penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firโaun, yang terjadi pada tanggal 10 Muharam atau dikenal sebagai hari Asyura. Peristiwa inilah yang menjadi dasar disyariatkannya puasa Asyura.
Ia mengisahkan, ketika Rasulullah SAW menyaksikan kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, beliau menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak untuk menghormati Nabi Musa. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan puasa pada tanggal 10 Muharam dan menambahkan anjuran untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharam (Tasua) agar praktik umat Islam berbeda dengan kaum Yahudi.
Selain kisah Nabi Musa, Royan juga menyinggung riwayat-riwayat lain yang mengaitkan Muharam dengan diterimanya tobat Nabi Adam AS, keselamatan Nabi Nuh AS setelah banjir besar, serta kisah Nabi Yunus yang diselamatkan Allah dari perut ikan. Menurutnya, seluruh kisah ini mengandung pesan universal tentang pertolongan Allah yang senantiasa datang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bersabar, dan tidak henti-hentinya berzikir kepada-Nya.
Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharam
Royan menjelaskan bahwa Muharam termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. at-Taubah ayat 36. Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW:
ุฃูููุถููู ุงูุตููููุงู ู ุจูุนูุฏู ุฑูู ูุถูุงูู ุดูููุฑู ุงูููููู ุงููู ูุญูุฑููู ู
โPuasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharam.โ (HR. Muslim)
Penyebutan Muharam sebagai Syahrullah (bulan Allah) menunjukkan kemuliaan istimewa bulan ini, sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Ia mengingatkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.
Sebagai penutup, Royan mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momentum Muharam dengan memperbanyak puasa sunah, berzikir, menuntut ilmu, serta melakukan berbagai amal saleh lainnya. Hal ini, menurutnya, adalah bekal penting untuk memperbaiki kualitas keimanan. "Semoga kita semua mampu memaksimalkan bulan Muharam dengan amal-amal terbaik dan memperoleh pahala yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya," pungkasnya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





