Muhammadiyah Perkuat Gizi Anak Panti Asuhan dengan Distribusi Telur Protein Tinggi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Jumat (26/6) - Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mendistribusikan 250 kilogram TelurMoe berprotein tinggi kepada 24 Panti Asuhan Muhammadiyah-'Aisyiyah di wilayah DI Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak di panti asuhan. TelurMoe yang disalurkan berasal dari kelompok dampingan peternak ayam petelur JATAM Difabel, yang berlokasi di lahan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
M. Nurul Yamin, Ketua BPPGM, menjelaskan bahwa telur ini kaya akan protein karena pakan yang digunakan bebas bahan kimia. Selain itu, model pemeliharaan ayam mengedepankan kesejahteraan hewan (welfare animal), dan seluruh proses dikelola oleh kelompok difabel.
Yamin menegaskan, inisiatif Muhammadiyah dalam bidang gizi ini sejalan dengan upaya persyarikatan untuk menyehatkan dan mencerdaskan bangsa, melengkapi peran di sektor pendidikan dan kesehatan. "Muhammadiyah punya landasan teologisnya akan pentingnya gizi ini. Salah satunya adalah ajaran Al-Qurβan yang mengatakan bahwa kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah," ujarnya.
Pembentukan BPPGM sendiri, lanjut Yamin, adalah wujud komitmen Muhammadiyah untuk mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan seluruh potensi Persyarikatan guna meningkatkan layanan serta pemenuhan gizi masyarakat. Anggaran untuk program MBM ini tidak berasal dari APBN, melainkan murni dari hasil konsolidasi potensi internal Persyarikatan Muhammadiyah.
"Ini semuanya dikelola secara mandiri oleh Persyarikatan Muhammadiyah dalam program makan bergizi Muhammadiyah, sehingga mudah-mudahan ini akan kita replikasi di beberapa wilayah, di beberapa tempat, sehingga menjadi sebuah gerakan dari Muhammadiyah," tambah Yamin. Tahap awal distribusi di DI Yogyakarta ini berfungsi sebagai proyek percontohan, dengan rencana ekspansi ke daerah-daerah lain yang membutuhkan, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Sementara itu, Tri Haryanto, Direktur PAY Putra Muhammadiyah Lowanu, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada panti asuhan yang ia kelola. Pihaknya juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Unisa Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), serta Atma Jaya, khususnya untuk pemetaan lokal kampus PAY tersebut.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





