Mengangkat Tangan dalam Doa: Tinjauan Syariat dan Teladan Rasulullah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 17 Mei 2024 - Bintang muda sepak bola Spanyol, Lamine Yamal, beberapa kali terlihat mengangkat kedua tangannya seraya berdoa sebelum peluit pertandingan dibunyikan. Gestur ini, yang umum di kalangan umat Muslim, menjadi pengingat akan pentingnya harapan dan permohonan kepada Allah SWT, sekaligus menegaskan bahwa hasil akhir segala ikhtiar manusia berada dalam kehendak-Nya. Doa sendiri merupakan inti ibadah dalam Islam, mengandung pengakuan atas kelemahan manusia dan penghambaan kepada Yang Mahakuasa, serta diajarkan dengan adab-adab tertentu, salah satunya adalah mengangkat kedua tangan.
Praktik mengangkat tangan saat berdoa ini memiliki landasan kuat dalam sunah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana terekam dalam berbagai riwayat hadis. Salah satunya datang dari sahabat Abdullah bin Umar, yang menceritakan tindakan Rasulullah SAW seusai melempar jumrah pada musim haji:
ุญูุฏููุซูููุง ุนูุซูู ูุงูู ุจููู ุฃูุจูู ุดูููุจูุฉู ุญูุฏููุซูููุง ุทูููุญูุฉู ุจููู ููุญูููู ุญูุฏููุซูููุง ูููููุณู ุนููู ุงูุฒููููุฑูููู ุนููู ุณูุงููู ู ุนููู ุงุจููู ุนูู ูุฑู ุฑูุถูู ุงูููู ุนูููููู ูุง ุฃูููููู ููุงูู ููุฑูู ูู ุงููุฌูู ูุฑูุฉู ุงูุฏููููููุง ุจูุณูุจูุนู ุญูุตูููุงุชู ููููุจููุฑู ุนูููู ุฃูุซูุฑู ููููู ุญูุตูุงุฉู ุซูู ูู ููุชูููุฏููู ู ุญูุชููู ููุณููููู ูููููููู ู ู ูุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉู ูููููููู ู ุทููููููุงู ููููุฏูุนูู ูู ููุฑูููุนู ููุฏููููู ุซูู ูู ููุฑูู ูู ุงููููุณูุทูู ุซูู ูู ููุฃูุฎูุฐู ุฐูุงุชู ุงูุดููู ูุงูู ููููุณูุชููููู ูููููููู ู ู ูุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉู ูููููููู ู ุทูููููุงู ููููุฏูุนูู ูู ููุฑูููุนู ููุฏููููู ูููููููู ู ุทูููููุงู ุซูู ูู ููุฑูู ูู ุฌูู ูุฑูุฉู ุฐูุงุชู ุงููุนูููุจูุฉู ู ููู ุจูุทููู ุงููููุงุฏูู ูููุงู ูููููู ุนูููุฏูููุง ุซูู ูู ููููุตูุฑููู ููููููููู ููููุฐูุง ุฑูุฃูููุชู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููุนููููู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑูุ ูุชุงุจ ุงูุญุฌุ ุฌ:1ุ ุต:198)
"Diceritakan kepada kami oleh โUtsman bin Syaibah, diceritakan kepada kami oleh Thalhah bin Yahya, diceritakan kepada kami oleh Yunus, dari az-Zuhriy, dari Salim, dari Ibni โUmar ra, bahwa dia (Ibni โUmar) melempar jamrah yang dekat (pertama) dengan tujuh kerikil sambil bertakbir pada akhir setiap lemparan kerikil, lalu maju hingga pada tempat yang rata dan berdiri menghadap qiblat dengan berdiri lama dan berdoa dengan mengangkat kedua tangannya. Lalu melempar jamrah wustha (kedua), lalu mengambil arah sebelah kiri dan menginjak tanah yang datar dan berdiri menghadap qiblat dengan lama berdiri, dan berdoa dengan mengangkat kedua tangannya dan berdiri lama, lalu melempar jamrah โaqabah (ketiga) dari arah lembah dan tidak berhenti di situ, kemudian meninggalkan tempat itu dan berkata: โDemikianlah saya melihat Nabi saw mengerjakannya.โ" (HR. Bukhari).
Riwayat-riwayat lain juga menguatkan hal ini. Anas bin Malik, misalnya, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya saat memimpin doa meminta hujan (istisqa'):
ุจูููููู ูุง ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฎูุทูุจู ููููู ู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุฅูุฐู ููุงู ู ุฑูุฌููู ููููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ูููููู ุงููููุฑูุงุนู ูููููููู ุงูุดููุงุกู ููุงุฏูุนู ุงูููู ุฃููู ููุณูููููููุง ููู ูุฏูู ููุฏููููู ููุฏูุนูุง
"Ketika Nabi Saw sedang berkhutbah pada hari Jumat, berdirilah seseorang lalu berkata, โWahai Rasulullah, ternak kami telah binasa. Berdoalah kepada Allah agar Dia menurunkan hujan kepada kami.โ Maka Rasulullah Saw mengulurkan kedua tangannya lalu berdoa."
Demikian pula dalam riwayat Abu Musa al-Asyโari, yang menyaksikan Nabi SAW berdoa untuk Abu Amir setelah berwudu:
ุฏูุนูุง ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุจูู ูุงุกู ููุชูููุถููุฃู ุจููู ุซูู ูู ุฑูููุนู ููุฏููููู ููููุงูู ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููุนูุจูููุฏู ุฃูุจูู ุนูุงู ูุฑูโฆ
"Nabi saw. meminta air untuk berwudu. Setelah berwudu beliau mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, โYa Allah, ampunilah Abu Amir.โ Aku melihat putih kedua ketiak beliau. Kemudian beliau berdoa lagi, โYa Allah, jadikanlah ia pada hari kiamat lebih mulia daripada banyak manusia.โ"
Keutamaan mengangkat tangan saat berdoa juga diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Salman al-Farisi:
ุฅูููู ุฑูุจููููู ู ุญูููู ููุฑููู ู ููุณูุชูุญูููู ู ููู ุนูุจูุฏููู ุฅูุฐูุง ุฑูููุนู ููุฏููููู ุฅููููููู ุฃููู ููุฑูุฏููููู ูุง ุตูููุฑูุง
"Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia malu kepada hamba-Nya apabila hamba itu mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan hampa." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad; dinilai sahih oleh al-Hakim).
Hadis ini melukiskan gambaran indah tentang kepasrahan seorang hamba yang penuh harap kepada Tuhannya. Mengangkat tangan menjadi simbol permohonan, layaknya seorang pengemis yang mengulurkan tangan kepada dermawan, kepada Allah Yang Mahakaya dan Mahapemurah.
Meskipun demikian, terdapat riwayat dari Anas bin Malik yang sekilas tampak bertentangan dengan hadis-hadis sebelumnya, yaitu:
ุฃูููู ููุจูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู ููุง ููุฑูููุนู ููุฏููููู ููู ุดูููุกู ู ููู ุฏูุนูุงุฆููู ุฅููููุง ููู ุงููุงุณูุชูุณูููุงุกู ุญูุชููู ููุฑูู ุจูููุงุถู ุฅูุจูุทููููู
"Nabi Saw tidak mengangkat kedua tangannya dalam doa apa pun selain ketika istisqaโ (meminta hujan), hingga terlihat putih kedua ketiaknya." (HR. Muslim).
Para ulama hadis telah memberikan penjelasan untuk mengkompromikan riwayat ini. Imam al-Qasthalani dalam Irsyad as-Sari dan Imam as-Shanโani dalam Subul as-Salam menerangkan bahwa maksud dari hadis Anas bin Malik bukanlah Nabi SAW sama sekali tidak mengangkat tangan saat berdoa, melainkan beliau tidak mengangkatnya dengan sangat tinggi, kecuali pada saat salat istisqa'. Dengan demikian, hadis-hadis tersebut dapat dipahami secara harmonis: Rasulullah SAW memang biasa mengangkat tangan ketika berdoa, namun pada doa istisqaโ, beliau mengangkatnya jauh lebih tinggi dari biasanya.
Pendekatan al-jamโu wa at-taufiq - yakni mengumpulkan seluruh dalil dan mengkompromikannya selama memungkinkan - juga menjadi metode yang ditempuh oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Setelah mengkaji seluruh hadis yang ada, Majelis Tarjih menyimpulkan bahwa mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah amalan yang disunahkan atau mustahab. Adapun mengangkat tangan dengan sangat tinggi merupakan kekhususan pada doa istisqaโ.
Oleh karena itu, pemandangan seorang Muslim yang mengangkat kedua tangannya sebelum bertanding, memulai perjalanan, mengikuti ujian, atau menjalani operasi bukanlah hal asing dalam ajaran Islam. Tindakan tersebut merupakan bentuk peneladanan salah satu adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Gerakan mengangkat tangan ini bukan jaminan bahwa setiap doa akan langsung terkabul sesuai keinginan, melainkan sebuah ungkapan kerendahan hati di hadapan Allah, pengakuan atas keterbatasan manusia, dan keyakinan teguh bahwa hanya Allah yang mampu menentukan hasil terbaik. Mungkin inilah makna terdalam dari kedua tangan yang terangkat, baik di tengah lapangan hijau maupun dalam setiap aspek kehidupan, sebagai wujud penyerahan diri kepada Rabb semesta alam.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





