Lazismu Maros Belajar Penguatan Tata Kelola dan Sinergi dari PCM Setiabudi Pamulang

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - TANGERANG SELATAN, Lazismu Kabupaten Maros melakukan kunjungan kerja ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Setiabudi Pamulang pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Setiabudi Pamulang ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rombongan Lazismu Maros disambut hangat oleh Ketua PCM Setiabudi Pamulang beserta jajaran pengurus cabang dan para pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang beroperasi di lingkungan perguruan tersebut. Pertemuan ini menjadi forum diskusi intensif mengenai praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi Muhammadiyah.
Fokus utama pembahasan adalah penguatan sinergi antara majelis, lembaga, dan AUM. Diskusi tersebut mengupas berbagai strategi untuk mempererat kolaborasi antarunsur Persyarikatan, dengan harapan program-program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.
Manager Lazismu Maros, Muhammad Alwi Alamsyah, mengemukakan bahwa pengembangan organisasi modern menuntut pola kerja yang terintegrasi dan kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan suatu lembaga tidak hanya bergantung pada kekuatan program, tetapi juga pada kemampuan membangun sinergi dengan seluruh elemen pendukung di dalam Persyarikatan.
“Kami datang untuk belajar dari pengalaman PCM Setiabudi Pamulang yang berhasil membangun hubungan yang baik antara pimpinan cabang, majelis, lembaga, dan amal usaha. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan organisasi yang kuat dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” tutur Alwi.
Selain itu, para peserta juga mendiskusikan tantangan kaderisasi yang dihadapi Muhammadiyah di berbagai daerah. Penguatan kader dianggap sebagai kebutuhan mendesak guna menjamin keberlangsungan gerakan dan amal usaha Muhammadiyah di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Alwi menambahkan, kaderisasi tidak cukup hanya melalui kegiatan formal, melainkan harus menjadi budaya yang meresap di seluruh lini organisasi, termasuk di lingkungan amal usaha.
“Kaderisasi harus menjadi gerakan bersama. Setiap majelis, lembaga, dan AUM perlu mengambil peran dalam menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan semangat berkhidmat untuk umat,” tegasnya.
Dari pihak PCM Setiabudi Pamulang, jajaran pengurus menekankan bahwa komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang berkelanjutan merupakan kunci utama dalam menjaga soliditas organisasi. Melalui sinergi yang baik, potensi Muhammadiyah dapat dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat dakwah Persyarikatan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi yang lebih luas antara Lazismu Maros dan PCM Setiabudi Pamulang. Selain mempererat tali silaturahmi antarkader Muhammadiyah, kegiatan ini juga menjadi sarana saling belajar dalam membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan umat. Lazismu Maros optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, memperkuat jaringan kemitraan, serta menghadirkan program yang semakin berdampak bagi masyarakat luas melalui semangat berbagi pengalaman dan praktik baik ini.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





