Humas Unismuh Dorong Perhumas Makassar Perkuat Kompetensi dan Kolaborasi

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar ikut mengambil peran dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Perhumas BPC Makassar 2026 yang digelar di Ballroom Makassar Government Centre, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kepala Humas Unismuh Makassar, Dr. Hadisaputra, dipercaya menjadi Ketua Steering Committee dalam forum tersebut. Ia bertugas mengawal jalannya persidangan, memberi arahan tata cara Muscab, memfasilitasi pembentukan pimpinan sidang tetap, serta menjaga objektivitas, independensi, dan ketertiban forum.
Hadisaputra hadir bersama Arinal Hidayah, M.Sos., staf Humas Unismuh Makassar. Selain menjalankan tugas sebagai Ketua Steering Committee, ia juga menyampaikan pandangan dalam sesi berbagi bersama peserta Muscab.
Dalam forum itu, Hadisaputra menekankan bahwa Perhumas perlu hadir sebagai organisasi yang berfungsi nyata bagi anggotanya. Ia menyebut struktur organisasi akan bertahan jika memiliki fungsi yang dirasakan oleh orang-orang yang berhimpun di dalamnya.
Menurut Hadisaputra, salah satu fungsi penting yang perlu diperkuat Perhumas adalah pengembangan kapasitas insan humas. Pengembangan itu, katanya, harus diarahkan pada ukuran yang konkret, antara lain melalui uji kompetensi.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antaranggota, baik dalam ruang luring maupun daring. Kolaborasi tidak harus selalu dimulai dari agenda besar. Dukungan sederhana, seperti saling memperkuat kanal komunikasi digital antaranggota dan institusi, dapat menjadi langkah awal membangun jejaring yang lebih produktif.
Hadisaputra menilai kolaborasi lintas sektor juga dapat dibangun antara Perhumas dan kampus. Sebagai bagian dari Unismuh dan lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, ia melihat peluang kerja sama kehumasan terbuka luas, terutama dalam penguatan komunikasi publik dan pengembangan kapasitas praktisi humas.
Muscab Perhumas BPC Makassar 2026 juga menetapkan kembali Devo Khaddafi, S.E., M.I.Kom., sebagai Ketua Perhumas BPC Makassar periode 2026-2029. Devo terpilih melalui forum musyawarah setelah peserta menyepakati namanya untuk memimpin periode berikutnya.
Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi praktisi humas dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, media, perusahaan swasta, hingga komunitas. Kehadiran Unismuh Makassar dalam agenda ini memperlihatkan peran kampus Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik di Kota Makassar dan kawasan Indonesia Timur.




