Dadang Kahmad Ajak Warga Muhammadiyah Cermat Hadapi Informasi di Media Sosial

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - BANDUNG, Ahad, 28 Juni - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengajak seluruh warga Persyarikatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang tersebar di platform media sosial. Imbauan ini secara khusus ditujukan pada akun-akun yang mengatasnamakan Muhammadiyah atau menggunakan simbol-simbol Persyarikatan, namun justru menyebarkan konten yang berpotensi memecah belah.
Menurut Dadang Kahmad, di tengah arus informasi yang sangat deras dan kebebasan berekspresi di ranah digital, seringkali terjadi penyalahgunaan. Alih-alih digunakan untuk membangun peradaban yang lebih maju dan damai, media sosial justru kerap menjadi sarana penyebar perpecahan. Ia menyoroti fenomena di mana banyak pihak memproduksi informasi yang hanya mengejar viralitas, sehingga kebenaran substansial dari informasi tersebut menjadi kabur.
Dalam pernyataannya di UM Bandung, Dadang Kahmad secara tegas mengingatkan, βDi antaranya dengan akun-akun media sosial yang mengatasnamakan Muhammadiyah, tapi isinya seperti mengadu domba kita dengan ormas lain, juga dengan pemerintah.β Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi setiap informasi, sekalipun berasal dari akun yang tampak berafiliasi dengan Muhammadiyah.
Menyikapi tantangan ini, Dadang Kahmad menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh Majelis Pustaka Informasi (MPI) PP Muhammadiyah. MPI diketahui telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk raksasa teknologi Meta dan Komidigi, guna menanggulangi akun-akun bermasalah tersebut.
Meski demikian, Dadang mengakui bahwa upaya penertiban akun-akun 'bodong' yang mengatasnamakan Muhammadiyah bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini disebabkan adanya regulasi dan kebijakan tersendiri dari penyedia layanan atau platform media sosial yang harus dihormati.
Sebagai langkah rasional yang dapat ditempuh saat ini, Dadang Kahmad mendorong penguatan dan promosi akun-akun resmi organisasi. Ia menyerukan agar Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah di seluruh Indonesia juga turut memperkuat ekosistem pengelolaan media sosial masing-masing.
Selain peran kelembagaan, warga Muhammadiyah juga diminta untuk menunjukkan kebijaksanaan dalam berinteraksi di media sosial. Jangan sampai hanya mengejar popularitas atau viralitas semata, lalu mengesampingkan kebenaran dan tujuan besar organisasi. βOleh karena itu mungkin kita salah satunya adalah membuat akun-akun yang resmi, dan isinya memang sesuai dengan arah kebijakan kita dan perjuangan kita. Jadi sekarang kita berlomba-lomba informasi saja,β pungkas Dadang.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperbanyak informasi yang kredibel dan sahih tentang Muhammadiyah di berbagai platform digital. Dengan demikian, sistem kecerdasan buatan (AI) dapat melacak dan menyajikan informasi yang akurat mengenai Persyarikatan. Dadang Kahmad juga berpesan, jika menemukan informasi yang diragukan keabsahannya, warga Muhammadiyah wajib melakukan konfirmasi atau verifikasi silang ke sumber-sumber resmi organisasi.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





