Abdul Mu'ti Tekankan Pentingnya Pola Pikir Berkembang bagi Sarjana Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - BANGKA BELITUNG, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyoroti dinamika perubahan dunia yang kian cepat, didorong oleh akselerasi teknologi dan informasi. Fenomena ini, menurutnya, menuntut kesiapan individu untuk terus bergerak dan beradaptasi.
Dalam menyikapi laju perubahan yang drastis ini, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya adopsi pola pikir yang mendorong pertumbuhan atau growth mindset. Merujuk pada pemikiran Carol Dweck, ia berpesan kepada generasi penerus, khususnya para sarjana, agar mempersiapkan diri secara proaktif. Kesiapan ini bukan sekadar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, melainkan untuk menjadi arsitek perubahan itu sendiri.
"Sarjana bukan hanya mereka yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, tetapi mereka yang mampu merancang perubahan itu sendiri," ujar Abdul Mu'ti pada Kamis, 2 Juli 2020, dalam acara Wisuda XVII Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung.
Ia juga menguraikan bagaimana transformasi global akan mengubah lanskap dunia kerja. Berbagai studi memprediksi hilangnya ribuan jenis pekerjaan konvensional, namun di sisi lain, akan muncul lebih banyak profesi baru yang menuntut kreativitas, inovasi, dan kapasitas adaptasi yang tinggi.
Oleh karena itu, Abdul Mu'ti berpesan agar peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama, sebab hal tersebut akan menjadi penentu keberhasilan seseorang di masa depan. Ia menegaskan bahwa aspek non-akademis memegang peranan krusial.
"Yang akan menentukan keberhasilan saudara bukan hanya nilai akademik, tetapi juga karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, serta keberanian menghadapi perubahan," katanya.
Abdul Mu'ti berharap agar para lulusan UNMUH Bangka Belitung dapat mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh sebagai wujud pengabdian nyata kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa momen wisuda bukanlah titik akhir dari perjalanan intelektual, melainkan sebuah permulaan untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi agen perubahan.
Semua ini, lanjutnya, bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, selaras dengan tema wisuda tahun itu: โMeneguhkan Keunggulan, Membangun Peradaban Sarjana Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan.โ
Lebih lanjut, ia juga menyoroti kebutuhan nasional akan tenaga pendidik. Indonesia saat ini masih memerlukan sekitar 561 ribu guru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, Abdul Mu'ti mendorong para lulusan, khususnya dari program studi kependidikan, untuk mengambil peluang ini dengan mengabdikan ilmu dan kompetensinya sebagai guru.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





