Wisuda Tahfidz Ummul Mukminin 2026: Lulu Al-Maknun, Santri Nilai Terendah yang Raih 30 Juz dan Lolos UI

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Suasana haru menyelimuti Wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan ke-XI Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulawesi Selatan. Acara pengukuhan 83 santriwati kelas XII SMA dan Madrasah Aliyah ini berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Lapangan Indoor Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Jalan KH Abd Jabbar Asyiri, Sudiang, Kota Makassar. Wisuda tahun 2026 ini mengangkat tema "Mencetak Alumni Unggul dan Kader Ulama Guna Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian".
Di tengah momen sakral tersebut, kisah inspiratif Lulu Al-Maknun, salah seorang perwakilan wisudawati, berhasil menarik perhatian dan menyentuh hati ratusan hadirin. Lulu membagikan perjalanan panjangnya sejak pertama kali datang ke pondok. Berasal dari sekolah negeri di Kabupaten Bulukumba, ia mengakui bahwa bekalnya dalam membaca Al-Qur'an dan pemahaman agama sangat terbatas.
"Ketika menginjakkan kaki pertama kali di sini, jujur saya merasa sangat minder karena sebagian teman-teman sudah memiliki bacaan yang fasih dan hafalan yang banyak," kenang Lulu dengan mata berkaca-kaca. Perasaan itu kian kuat ketika ia gagal dalam tes pertama pendaftaran Asrama Tahfidz di semester awal. Namun, tekadnya untuk mempersembahkan mahkota cahaya bagi orang tuanya di akhirat kelak membuatnya enggan menyerah. Ia pun giat belajar, memperbaiki makhorijul huruf dan tajwid di bawah bimbingan para ustaz dan ustazah.
Kegigihan Lulu membuahkan hasil pada kesempatan kedua. "Saat pengumuman, saya cari nama saya... dan masya Allah, nama saya ada di urutan paling terakhir dengan nilai 76," ungkapnya, disambut haru oleh santriwati dan orang tua. Ia menambahkan, "Angka itu memang yang terendah, tapi bagi saya, itu adalah gerbang pertama menuju impian saya."
Siapa sangka, santriwati yang memulai dengan nilai terendah ini justru membuktikan kemampuannya. Berkat izin Allah SWT dan dukungan lingkungan pesantren, Lulu dipercaya menjadi Ketua Asrama Tahfidz. Ia berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an dalam waktu kurang lebih lima tahun.
Prestasi akademiknya juga tidak kalah membanggakan. Dengan dukungan doa dari seluruh lingkungan pondok, Lulu berhasil diterima di jurusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI) melalui jalur undangan.
Pilihan Lulu terhadap jurusan Ilmu Komputer di UI bukan tanpa alasan. Ia menyadari tantangan terbesar para penghafal Al-Qur'an di era modern adalah ketergantungan pada gawai, yang sering kali mengganggu konsentrasi dalam murojaah (mengulang hafalan). "Karena kegelisahan itulah, salah satu alasan saya memilih jurusan Ilmu Komputer di UI," jelasnya. "Saya bermimpi ingin membangun sebuah Virtual Pesantren, solusi digital yang dapat membantu santri, termasuk saya, untuk tetap istiqomah beribadah dan menjaga hafalan sekuat saat masih di pondok." Pernyataan ini disambut tepuk tangan bangga.
Lulu juga mengingatkan rekan-rekan wisudawati untuk senantiasa memegang teguh pesan orang tua: kelak menjadi apa pun, jangan pernah meninggalkan dan selalu mengamalkan Al-Qur'an. Mewakili Angkatan ke-34, ia menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan selama masa pembinaan. Ia juga menghaturkan terima kasih kepada Pimpinan PPPUM, kepala sekolah dan guru dari empat satuan pendidikan, tim tahsin dan tahfidz, serta seluruh karyawan pondok atas fasilitas dan pendidikan yang diberikan dengan ikhlas. "Kita pernah datang sebagai orang yang tak saling kenal tetapi memiliki tujuan yang sama, kini kita pergi sebagai keluarga penjaga firman Allah SWT. Mohon doakan kami agar terus istiqomah," tutupnya dengan haru.




