Wamendiktisaintek Tinjau Bank Sampah SWSC Unismuh, Dorong Kampus Jadi Solusi Lingkungan

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengunjungi Bank Sampah Sustainable Waste Solutions Center Unismuh Makassar pada Sabtu sore, 20 Juni 2026. Kunjungan itu dilakukan sebelum ia menjadi narasumber Studium Generale di Ruang Teater I-GIFt, Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar.
Di lokasi, Fauzan meninjau langsung sistem pemilahan sampah, bank sampah, rumah kompos, serta sejumlah produk olahan berbasis limbah rumah tangga. Unit SWSC diposisikan sebagai salah satu wujud komitmen Unismuh membangun kampus hijau, dengan sistem pemilahan sampah yang dimulai dari sumber, baik di fakultas, lembaga, asrama, maupun unit-unit kerja lain.
Kepala SWSC Unismuh, Dr. Fatmawati, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah kampus dibagi ke dalam kategori anorganik, organik, residu, dan bahan berbahaya serta beracun. Sampah anorganik seperti botol dan plastik diolah melalui bank sampah, sedangkan sampah organik diproses menjadi kompos, ekoenzim, dan pakan maggot. Sampah residu diteruskan ke tempat penampungan sementara sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
Menurut Fatmawati, garda terdepan dalam sistem ini adalah petugas kebersihan yang dilibatkan sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah. Warga kampus yang menyetor sampah dapat menjadi nasabah bank sampah. Setiap setoran ditimbang, dicatat dalam buku rekening, dan dihitung nilainya. Namun, calon penyetor baru dianggap nasabah tetap setelah menunjukkan komitmen dengan setoran berikutnya.
Fauzan juga melihat berbagai produk hasil olahan SWSC, di antaranya sabun padat dan cair dari minyak jelantah, lilin, kompos, ekoenzim, kerajinan dari tutup botol dan gelas plastik, hingga ecobrick. Produk-produk itu masih dikembangkan dalam skala sederhana, tetapi dinilai menunjukkan arah penguatan ekonomi sirkular di lingkungan kampus.
SWSC turut melibatkan mahasiswa melalui kelompok sukarelawan Eco Ranger. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa unit ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga ruang belajar mengenai perubahan perilaku, tanggung jawab ekologis, dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai.
Dalam peninjauan tersebut, pengelola juga menyampaikan kebutuhan dukungan alat, terutama mesin pencacah plastik, mengingat volume sampah plastik cukup besar. Sejumlah sarana seperti karung pilah dan biopori sebelumnya telah diperoleh melalui dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, menempatkan kerja SWSC sebagai bagian dari penguatan aspek Green dalam spirit I-GIFt.
Bagi tim pengelola, kunjungan Fauzan memberi penguatan moral untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah kampus. Kehadiran SWSC sekaligus menegaskan pesan bahwa perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada fungsi akademik, tetapi juga perlu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan di masyarakat.





