Unismuh Perluas Kolaborasi KIT Jepang lewat Kuliah Tamu dan Program Sakura Science

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar mematangkan agenda kunjungan delegasi Kanazawa Institute of Technology, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026. Kunjungan ini menjadi tindak lanjut kerja sama internasional yang telah dijalin kedua institusi sejak 2023.
Persiapan agenda dibahas dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Senat Lantai 17 Unismuh Makassar pada Kamis, 11 Juni 2026. Pertemuan itu melibatkan pimpinan universitas, fakultas, serta unit terkait yang akan menangani agenda kerja sama akademik, kuliah tamu, dan pengembangan riset.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., menekankan bahwa kegiatan internasional harus memberi dampak nyata terhadap penguatan mutu institusi. Ia meminta setiap unit memaksimalkan peluang kerja sama luar negeri agar menghasilkan luaran yang relevan bagi akademik, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Ketua Divisi Kerja Sama, Pusat Studi dan Inkubasi Bisnis Unismuh, Dr. Wildhan Burhanuddin, menjelaskan bahwa KIT merupakan salah satu perguruan tinggi teknik swasta terkemuka di Jepang yang berada di Nonoichi, Prefektur Ishikawa. Kampus itu dikenal kuat dalam pendidikan teknik, inovasi, pemecahan masalah, dan pembelajaran berbasis proyek.
Menurut Wildhan, kemitraan resmi antara Unismuh dan KIT dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada 22 September 2023 dan berlaku sampai 2028. Kunjungan kali ini diposisikan sebagai langkah konkret untuk mengisi kerja sama tersebut dengan agenda yang lebih operasional.
Dalam kunjungan 1 Juli mendatang, dua profesor KIT akan hadir langsung di Kampus Unismuh Makassar, yakni Prof. Kiyomi Banda dari bidang Interdisciplinary Liberal Arts dan Prof. Shinichi Miyazato dari Civil and Environmental Engineering. Selain itu, Prof. Midori Shiraki yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan moral, pendidikan guru, dan pengembangan karakter akan mengikuti sesi kuliah tamu secara daring.
Setelah penyambutan resmi di tingkat universitas, para profesor dijadwalkan memberikan International Guest Lecture di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Teknik. Kegiatan itu juga akan dipakai sebagai ruang diskusi awal untuk menjajaki kolaborasi riset internasional dan publikasi ilmiah bersama dosen Unismuh.
Wildhan mengatakan para profesor KIT telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan penelitian kolaboratif dan pendampingan publikasi internasional. Kesediaan itu dipandang penting bagi sivitas akademika Unismuh yang tengah memperluas jejaring dan rekam jejak akademik pada level global.
Kerja sama kedua kampus juga membuka peluang melalui Program Sakura Science yang dikelola Japan Science and Technology Agency. Program tersebut telah memperoleh pendanaan dari Pemerintah Jepang untuk pelaksanaan pelatihan akademik bagi mahasiswa.
Melalui skema itu, tiga mahasiswa Unismuh akan diseleksi untuk mengikuti pelatihan di Jepang pada Oktober 2026. Topik pelatihannya meliputi environmental analysis, water treatment, microcontroller programming, dan electronic circuits.
Biaya utama program, termasuk tiket internasional, akomodasi, konsumsi, transportasi lokal, serta kegiatan akademik selama di Jepang, akan ditanggung KIT. Peserta hanya perlu menyiapkan biaya paspor, visa, tiket domestik, dan kebutuhan pribadi.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, menilai program tersebut strategis karena mendukung peningkatan kompetensi internasional mahasiswa. Ia menegaskan pengalaman akademik global dan sertifikat kompetensi menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing perguruan tinggi.
Dekan Fakultas Teknik Unismuh, Ir. Syafaat S. Kuba, ST., MT., menyatakan fakultasnya siap mendukung seluruh agenda kerja sama. Fakultas Teknik juga tengah menyeleksi mahasiswa dari Program Studi Teknik Pengairan, Teknik Elektro, dan Informatika yang berpotensi diikutkan dalam Program Sakura Science, sembari menyiapkan sejumlah tema riset yang relevan dengan kepakaran profesor KIT pada isu lingkungan, teknologi konstruksi, dan rekayasa berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, Unismuh tidak hanya menyiapkan kuliah tamu, tetapi juga menata jalur kolaborasi yang lebih berkelanjutan dalam penelitian, publikasi, dan mobilitas mahasiswa. Kampus berharap kerja sama dengan KIT memberi manfaat langsung bagi internasionalisasi kelembagaan dan kapasitas akademik dosen serta mahasiswa.





