Muhammadiyah Kepulauan Selayar Wujudkan Spirit Berkemajuan melalui Penguatan Data dan Digitalisasi SatuMu

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SELAYAR, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar mulai memperkuat fondasi data organisasinya melalui pelatihan agen dan verifikator SatuMu yang digelar di Aula Kantor PDM Kepulauan Selayar, Sabtu, 1 Agustus 2026. Agenda ini diarahkan untuk menyiapkan pengelolaan data yang lebih rapi, terintegrasi, dan bisa dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan di seluruh tingkatan Persyarikatan.
Pelatihan tersebut melibatkan unsur pimpinan daerah, cabang, dan ranting Muhammadiyah, pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta peserta yang ditugaskan menjadi agen dan verifikator di wilayah masing-masing. Dengan formasi itu, PDM Selayar tidak hanya mengejar tertib administrasi di level pusat kegiatan, tetapi juga ingin memastikan proses pendataan berjalan sampai ke unit-unit organisasi yang tersebar di daratan dan kepulauan.
Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Selatan, Zulfikar Hafid, menempatkan penguasaan data sebagai syarat penting bagi organisasi yang ingin tetap relevan di tengah perubahan teknologi. Ia menilai Muhammadiyah perlu bergerak lebih jauh dari sekadar memakai perangkat digital, menuju pembangunan sistem informasi yang mampu merekam potensi, kebutuhan, dan perkembangan organisasi secara akurat.
Menurut Zulfikar, langkah itu sejalan dengan semangat tajdid yang sejak awal menjadi ciri gerakan Muhammadiyah. Di tengah kehidupan modern yang makin dipengaruhi algoritma, mesin pencari, media sosial, dan berbagai layanan digital, organisasi membutuhkan basis data yang dapat diverifikasi agar kebijakan tidak lagi disusun dari perkiraan atau kesan semata.
Ia menegaskan bahwa SatuMu menjadi instrumen strategis untuk mendokumentasikan kekuatan Persyarikatan dari tingkat daerah hingga amal usaha. Melalui data yang mutakhir, Muhammadiyah dinilai akan lebih mudah memetakan sebaran kader, membaca kebutuhan warga, menyusun prioritas program, dan mengevaluasi kerja organisasi secara lebih objektif.
Dalam paparannya, Zulfikar juga mengingatkan bahwa wilayah kepulauan seperti Selayar tidak boleh tertinggal dalam agenda transformasi digital. Ia mengapresiasi kesediaan warga Muhammadiyah setempat untuk menata data organisasi meski harus bekerja dalam kondisi geografis yang menantang. Baginya, keterbatasan akses justru perlu dijawab dengan sistem yang lebih tertib dan saling terhubung.
Ketua PDM Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah, M.Pd., menyebut digitalisasi data sebagai kebutuhan mendesak untuk memperkuat konsolidasi Persyarikatan. Ia menilai sistem yang terintegrasi akan memudahkan pembinaan organisasi yang tersebar di banyak pulau, sekaligus membantu pimpinan daerah memantau perkembangan cabang, ranting, dan amal usaha secara lebih terukur.
Abdullah berharap para peserta tidak berhenti pada penguasaan teknis aplikasi, tetapi benar-benar menjadi penggerak pendataan di lapangan. Mereka diharapkan mendampingi proses verifikasi dan pembaruan data sampai seluruh elemen Muhammadiyah dan Aisyiyah di Selayar dapat masuk ke dalam sistem yang sama tanpa tertinggal oleh kendala wilayah.
Pelatihan agen dan verifikator SatuMu ini menunjukkan bahwa penguatan organisasi kini tidak lagi cukup mengandalkan rapat, surat-menyurat, dan ingatan personal pimpinan. Muhammadiyah membutuhkan data yang tertata agar keputusan tentang kaderisasi, pelayanan, pengembangan amal usaha, dan prioritas dakwah berdiri di atas informasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui agenda ini, PDM Kepulauan Selayar menegaskan bahwa spirit Islam Berkemajuan juga diwujudkan dalam tata kelola informasi. Upaya membangun satu data Persyarikatan menjadi langkah praktis agar Muhammadiyah di Selayar lebih siap menghadapi kebutuhan organisasi abad ke-21, tanpa melepaskan orientasi dakwah, pelayanan, dan pembaruan yang menjadi jati dirinya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





