Delegasi Unismuh Tuntaskan Daurah Bahasa Arab di Umm Al-Qura

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Tiga dosen Ma'had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar menuntaskan program daurah bahasa Arab selama dua pekan di Universitas Umm Al-Qura, Makkah, Arab Saudi. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dosen agar pembelajaran bahasa Arab di lingkungan Unismuh semakin kuat dari sisi metodologi, praktik, dan pengalaman lapangan.
Delegasi Unismuh terdiri atas Dr. Muhammad Ali Bakri, KH. Lukman Abd. Shamad, Lc., dan Eka Mahendra, M.Pd. Mereka mengikuti pelatihan sejak Ahad, 19 Juli 2026, hingga Kamis, 30 Juli 2026, bersama 61 peserta lain dari berbagai amal usaha pendidikan Muhammadiyah. Kegiatan ini diinisiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Scholarship Agency, sehingga tidak berhenti pada kursus individu, tetapi diarahkan sebagai investasi kelembagaan untuk penguatan pengajaran.
Selama di Makkah, para peserta mendapat pembinaan langsung dari akademisi Universitas Umm Al-Qura yang berpengalaman dalam pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab. Materi difokuskan pada empat keterampilan utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pendekatan ini penting bagi Ma'had Al-Birr yang selama ini memegang peran sentral dalam pembinaan bahasa Arab dan studi keislaman di Unismuh.
Program tidak hanya diisi kuliah kelas, tetapi juga latihan interaktif yang menekankan partisipasi aktif peserta. Diskusi, simulasi, permainan edukatif, dan praktik komunikasi langsung menjadi bagian dari proses belajar. Dengan model seperti ini, peserta tidak sekadar menerima teori kebahasaan, melainkan sekaligus menguji cara menerapkannya dalam situasi pengajaran yang nyata.
Rangkaian daurah juga dipadukan dengan kegiatan ibadah, termasuk halaqah tahsin di Masjidil Haram. Kombinasi antara suasana akademik kampus dan pengalaman spiritual di Tanah Suci memberi dimensi yang lebih utuh bagi peserta. Bagi dosen yang akan kembali mengajar, pengalaman ini relevan karena memperkaya cara menyampaikan materi bahasa Arab sekaligus memperkuat konteks keislaman dalam pembelajaran.
Penutupan program dilaksanakan pada Kamis pagi waktu setempat di kampus Universitas Umm Al-Qura. Dalam evaluasi akhir, delegasi Unismuh menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pengajaran di kampus. Mereka mendapatkan contoh metode yang lebih sistematis, segar, dan mudah diadaptasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa di Ma'had Al-Birr.
Nilai strategis program ini terletak pada peluang transfer pengetahuan setelah peserta kembali ke Indonesia. Penguatan kompetensi dosen tidak hanya berdampak pada kelas yang mereka ampu, tetapi juga dapat mendorong pembaruan metode pengajaran di lingkungan kampus secara lebih luas. Bagi Unismuh, hasil daurah ini dapat menopang target peningkatan mutu lulusan, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab sebagai bekal studi Islam dan pengembangan akademik.
Usai menyelesaikan agenda di Makkah, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Madinah pada Jumat, 31 Juli 2026. Di kota itu, mereka akan mengunjungi sejumlah situs penting sejarah peradaban Islam seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Museum Al-Qur'an hingga Ahad, 2 Agustus 2026. Agenda tersebut diposisikan sebagai bagian dari pengayaan wawasan sejarah dan budaya Islam, bukan sekadar kunjungan seremonial.
Delegasi Unismuh menegaskan hasil daurah akan segera diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di Ma'had Al-Birr. Langkah ini penting agar manfaat program tidak berhenti pada sertifikat kelulusan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi perbaikan metode pengajaran, penguatan kompetensi mahasiswa, dan perluasan jejaring akademik Muhammadiyah dengan lembaga pendidikan di Timur Tengah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





