Unismuh Paparkan 10 Capaian Internasional, dari Ranking Global hingga 388 Mahasiswa Asing

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar memaparkan 10 capaian internasional yang disebut menjadi penanda percepatan transformasi kampus menuju perguruan tinggi bereputasi global. Paparan itu disampaikan Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, dalam pidato Wisuda ke-88 di Balai Sidang Muktamar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Rakhim menjelaskan bahwa arah internasionalisasi tersebut dijalankan dalam kerangka I-GIFt, singkatan dari Integrated, Green, Islamic, and Futuristic. Menurutnya, capaian global bukan sekadar urusan prestise, melainkan ikhtiar agar Unismuh ikut hadir dalam percakapan internasional mengenai mutu pendidikan, keberlanjutan, riset, tata kelola, dan peradaban.
Di antara capaian yang disampaikan ialah masuknya Unismuh dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025 pada rentang 1001-1500 dunia. Pada indikator Sustainable Development Goals, kampus ini juga disebut berada pada rentang 401-600 dunia untuk SDGs 2 dan SDGs 4. Bagi Unismuh, capaian itu dipandang penting karena memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi tidak hanya diukur dari ruang kelas dan jumlah mahasiswa, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat.
Rektor juga menyampaikan bahwa Unismuh telah masuk radar Times Higher Education World University Rankings 2026 dan terdaftar pada QS World University Rankings Asia di rentang 1201-1300. Ia menegaskan, pemeringkatan tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai cermin untuk memperbaiki mutu akademik, tata kelola, reputasi riset, dan jejaring internasional kampus secara berkelanjutan.
Pada bidang lingkungan, Unismuh mencatat capaian di UI GreenMetric, khususnya kategori ruang terbuka dan infrastruktur hijau, dengan peringkat 4 nasional dan 20 dunia. Rakhim mengaitkan hasil itu dengan penguatan identitas Green dalam I-GIFt, termasuk pengelolaan lingkungan kampus dan pemanfaatan Hutan Pendidikan Unismuh seluas sekitar 229 hektare di Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
Internasionalisasi juga diperkuat melalui jejaring 90 kerja sama luar negeri dari 41 negara, antara lain Mesir, Arab Saudi, Belanda, Belgia, Jepang, dan Amerika Serikat. Rakhim menekankan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam riset bersama, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengabdian, serta penguatan jejaring kelembagaan.
Unismuh saat ini juga menjadi tempat belajar bagi 388 mahasiswa asing dari tujuh negara. Kehadiran mahasiswa internasional itu, menurut rektor, menandakan kampus mulai dikenal sebagai tujuan studi. Selain itu, Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter disebut telah meraih akreditasi internasional, memperlihatkan bahwa penguatan mutu dilakukan tidak hanya pada level institusi, tetapi juga pada program studi.
Rakhim menegaskan, capaian-capaian tersebut harus berujung pada penguatan manfaat sosial dan akademik. Dari Makassar, Unismuh ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah dapat membangun reputasi global tanpa melepaskan akar pengabdian kepada umat, masyarakat, dan nilai Islam berkemajuan.





