Unismuh Makassar Raih Prestasi Gemilang: Tujuh Tim PKM Lolos Pendanaan dan Insentif 2026

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meloloskan tujuh tim mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2026. Dari jumlah tersebut, enam tim berhasil meraih skema pendanaan, sementara satu tim lainnya mendapatkan skema insentif.
Capaian ini meliputi enam judul proposal yang lolos skema pendanaan 2026, tersebar di berbagai bidang seperti PKM-K, PKM-KC, PKM-PI, PKM-PM, dan PKM-RE. Selain itu, Unismuh Makassar juga berhasil memperoleh satu judul pada skema insentif melalui bidang PKM-Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT).
Ketua Divisi Pengembangan Kreativitas dan Prestasi Mahasiswa Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Dr. Dian Pramana Putra, menyatakan kegembiraannya atas pencapaian ini. "Capaian ini menggembirakan karena mahasiswa Unismuh tidak hanya hadir pada skema pendanaan, tetapi juga pada skema insentif," ujar Dr. Dian di Makassar. Ia menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa gagasan mahasiswa Unismuh berkembang dalam dua ruang sekaligus, yaitu pelaksanaan program berbasis proposal dan penguatan gagasan futuristik.
Enam tim yang berhasil lolos skema pendanaan adalah:
- Satriani S dengan judul "Ezzensa-Soap: Pemanfaatan Ekstrak Serai dan Ampas Kopi sebagai Sabun Aromaterapi Relaksatif Anti-Stres" pada skema PKM-K.
- Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum dengan judul "Rancang Bangun Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Dua Arah bagi Tunarungu Berbasis Perangkat Bergerak dengan Pelacakan Gerakan dan Teks ke Suara" pada skema PKM-KC.
- Respiani dengan judul "Optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah Berbasis Pompa Energi Surya untuk Mendukung Ketahanan Pangan pada Kelompok Tani Siporennue" pada skema PKM-PI.
- Ramdhani Saputra dengan judul "Peningkatan Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Dusun Buludoang Menggunakan Tongkat Istiwa’aini Berbasis Iptek untuk Mendukung SDGs 2030" pada skema PKM-PM.
Dua tim lainnya yang lolos skema pendanaan berasal dari PKM-RE, yaitu Muhammad Risman dengan judul "Inovasi Bio-Binder Berbasis Limbah Cangkang Sawit pada Mortar Prefabrikasi: Eksplorasi Durabilitas dan Konduktivitas Termal di Lingkungan Agresif Pesisir Pantai," serta Ainun Masyurah dengan judul "Pengembangan Suspensi Mikropartikel Ekstrak Eceng Gondok Tersalut Pektin dengan Pelepasan Terarah di Kolon untuk Inhibisi Shigella sp. dalam Terapi Diare." Sementara itu, satu tim yang meraih skema insentif adalah Safuan Bin Bihan melalui PKM-GFT dengan judul "Metaterapi: Inovasi Metaverse sebagai Ruang Imersif untuk Transformasi Terapi Mandiri Anak Berkebutuhan Khusus."
Ketua LPKA Unismuh Makassar, Dr. Nenny, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal ketujuh tim ini sesuai dengan karakteristik masing-masing skema. "LPKA akan memastikan seluruh tim mendapatkan pendampingan yang memadai," kata Dr. Nenny. Ia menjelaskan, tim pendanaan akan didampingi mulai dari pelaksanaan program, penyusunan luaran, pengisian log book, hingga persiapan penilaian kemajuan. Adapun tim insentif akan diarahkan untuk memperkuat dokumentasi gagasan dan administrasi pencairan insentif, dengan tujuan agar capaian ini memotivasi pengembangan gagasan dan prestasi selanjutnya.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa, dosen pendamping, program studi, fakultas, serta LPKA atas kerja kolektif dalam pembinaan PKM. "Capaian tujuh tim ini adalah hasil kerja kolektif. Semoga menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk terus menulis proposal, meneliti, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Dr. Mawardi.
Menurut Dr. Mawardi, prestasi ini sejalan dengan komitmen Unismuh Makassar dalam memperkuat budaya akademik dan prestasi mahasiswa. PKM, baginya, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah penting untuk membentuk karakter ilmiah, kreativitas, kolaborasi, dan keberpihakan mahasiswa terhadap persoalan masyarakat. Dengan beragam ide mulai dari produk kewirausahaan, teknologi bahasa isyarat, irigasi energi surya, akurasi arah kiblat, material ramah lingkungan, inovasi kesehatan, hingga metaverse untuk terapi mandiri, mahasiswa Unismuh menunjukkan relevansi gagasan mereka dengan kebutuhan publik.
Capaian ini semakin menegaskan posisi Unismuh Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di LLDIKTI Wilayah IX yang konsisten mendorong mahasiswanya untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi akademik tingkat nasional.




