Unismuh Makassar Perkuat Kerja Sama Internasional, Lima Mahasiswi Pascasarjana Pengabdian di Thailand

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kini memperluas jangkauan internasionalnya. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan International Community Service Program di Krabi, Thailand Selatan.
Langkah awal program ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unismuh Makassar dan Association of Education Cultural International (AECI) South Thailand. MoU ini menjadi dasar resmi kerja sama untuk pelaksanaan pengabdian internasional tersebut.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unismuh pada Selasa, 19 Mei 2026. Prosesi tersebut berlangsung di ruang Rektor Unismuh, Gedung Iqra Lantai 17 Kampus Unismuh Makassar.
Program pengabdian masyarakat, yang merupakan tindak lanjut dari MoU, dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, yakni mulai 21 Mei hingga 21 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung dua tema utama: “Empowering Communities through English Education and Cultural Exchange” serta “Connecting Cultures, Inspiring Education”.
Lima mahasiswi dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh Makassar terpilih untuk mengikuti program ini. Mereka adalah Nurunnisa Alimah A, Nurul Azizah, Silva Liani, Riska Amaliah, dan Lady Maysuri Ma’rufi.
Para mahasiswi ini akan terlibat dalam beragam kegiatan pengabdian masyarakat. Fokus utama mereka meliputi pendidikan, pendampingan pembelajaran bahasa Inggris, dan penguatan interaksi budaya bersama masyarakat serta lembaga pendidikan di Thailand Selatan.
Dr. Radiah Hamid, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh Makassar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam memperkuat internasionalisasi kampus.
Menurutnya, pengabdian internasional tidak hanya memberikan pengalaman global yang berharga bagi mahasiswa. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan memperkuat kompetensi akademik, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, dan membangun jejaring kolaborasi pendidikan antarnegara.
“Program ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi bahasa, budaya, dan kepedulian sosial dalam konteks internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia serta nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah kepada masyarakat internasional, melalui pendekatan yang edukatif, humanis, dan kolaboratif.




