Unismuh Makassar Gelar Darul Arqam IV untuk 114 Pimpinan, Perkuat Ideologi Persyarikatan

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersiap menggelar Darul Arqam Angkatan IV. Kegiatan kaderisasi ini akan berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Ahad, 21-24 Mei 2026, bertempat di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar.
Persiapan pelaksanaan Darul Arqam Angkatan IV telah dibahas dalam rapat panitia pada Selasa, 19 Mei 2026. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr Mawardi Pewangi, bersama Ketua Panitia, Dr Akbar Ramli, berlangsung di Ruang Senat Unismuh, Gedung Iqra Lantai 17. Diskusi meliputi kesiapan peserta, agenda acara, perangkat kegiatan, serta fasilitas pendukung.
Darul Arqam kali ini akan diikuti oleh 114 peserta. Mereka adalah para pimpinan program studi se-Unismuh Makassar dan pejabat struktural yang belum berkesempatan mengikuti Darul Arqam pada angkatan sebelumnya.
Pembukaan Darul Arqam dijadwalkan pada Kamis, 21 Mei 2026. Acara ini akan diisi dengan sambutan dari Rektor Unismuh Makassar, perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, serta Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, juga akan menyampaikan amanah dengan tema "Peneguhan Ideologi di PTMA".
Selama empat hari, para peserta akan mendalami berbagai materi penting yang mencakup penguatan ideologi, keislaman, kemuhammadiyahan, kepemimpinan, dan peningkatan mutu Al-Islam Kemuhammadiyahan. Beberapa materi yang telah disiapkan antara lain Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah, Risalah Islam Berkemajuan, Ideologi Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dalam Amal Usaha, Etos Kerja Kader Muhammadiyah, serta Risalah Akhlak Kepemimpinan Muhammadiyah.
Darul Arqam merupakan salah satu forum kaderisasi fundamental di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Bagi Unismuh Makassar, kegiatan ini memegang peran krusial dalam memperkuat pemahaman ideologi persyarikatan, meneguhkan komitmen kelembagaan, dan membangun integritas kepemimpinan di kalangan pimpinan program studi dan pejabat struktural.




