Unismuh Laporkan Pendanaan Riset dan Pengabdian Rp10,3 Miliar

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MALINO - Universitas Muhammadiyah Makassar melaporkan pengelolaan 161 penelitian dengan pendanaan sekitar Rp8,7 miliar dan 61 program pengabdian kepada masyarakat senilai sekitar Rp1,6 miliar dalam evaluasi bidang akademik dan kerja sama. Data itu disampaikan Wakil Rektor I Andi Sukri Syamsuri di Malino Highlands, Gowa, pada 25 Agustus 2026.
Paparan tersebut merupakan evaluasi Bidang Akademik dan Kerja Sama dalam Rapat Kerja Unismuh 2026-2027. Nilai gabungan pendanaan penelitian dan pengabdian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp10,3 miliar. Angka tersebut merujuk pada pendanaan program yang dikelola, bukan pernyataan bahwa seluruh penelitian telah selesai atau seluruh dana telah dibelanjakan.
Pendanaan penelitian berasal dari program pemerintah, BRIN, RisetMu, hibah internal kampus, dan kolaborasi lainnya. Sementara dukungan pengabdian mencakup pemberdayaan masyarakat dan wilayah, desa binaan, inovasi, pengabdian di lingkungan Persyarikatan, serta kerja sama internasional.
Andi Sukri, yang akrab disapa Prof Andis, juga melaporkan 1.109 publikasi jurnal dan 687 publikasi buku dalam ekosistem akademik Unismuh selama 2025-2026. Capaian kekayaan intelektual justru menurun, dari 372 pada periode sebelumnya menjadi 231, sehingga masuk dalam bahan evaluasi bidang akademik.
Layanan peningkatan kompetensi dosen menjangkau sekitar 520 peserta PEKERTI dari berbagai daerah. “Alhamdulillah kita bersyukur, ada 520 dosen seluruh Indonesia yang kita berikan PEKERTI,” ujar Andi Sukri, seperti dilaporkan Khittah.co.
Dalam pengembangan pembelajaran, kampus mendampingi penyusunan kurikulum pada 50 program studi, melampaui target awal 45 prodi. Pendampingan juga mencakup rencana pembelajaran semester, modul bahan ajar, dan mata kuliah wajib.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau yang dibiayai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berlangsung dalam tiga gelombang dengan total 1.435 peserta. Jangkauannya terutama berada pada bidang PGSD dan PG-PAUD. Data peserta ini disampaikan sebagai capaian pelaksanaan layanan, bukan jumlah lulusan RPL.
Pada bidang internasionalisasi, Andi Sukri mencatat 46 mahasiswa internasional penuh waktu dan 165 mahasiswa paruh waktu. Ia menyebut implementasi kerja sama telah berjalan bersama mitra dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, China, Korea, Sudan, Pakistan, Ghana, Thailand, dan Mesir.
Capaian dan kekurangan tersebut digunakan sebagai bahan pembahasan komisi untuk menentukan prioritas tahun berikutnya. Andi Sukri menekankan bahwa penguatan pembelajaran perlu berjalan bersama penelitian, pengabdian, serta pelaksanaan kerja sama yang dapat ditunjukkan hasilnya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





