UMPalopo Perluas Jejaring Thailand Lewat MoU dan Magang Mahasiswa di Loei

MUHAMMADIYAH SULSEL, LOEI - Universitas Muhammadiyah Palopo memperluas jejaring akademik internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding, Memorandum of Agreement, seminar internasional, dan pengiriman mahasiswa untuk program magang di Provinsi Loei, Thailand.
Program tersebut berlangsung pada 1 Juni sampai 30 September 2026 dan melibatkan dua mahasiswa serta satu dosen UMPalopo. Ketiganya bergabung bersama delegasi dari lima perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia dalam rangkaian kerja sama pendidikan lintas negara.
Agenda dibuka melalui Opening Ceremony of International Internship yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama akademik antara sejumlah institusi pendidikan Thailand dan perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Selain memperkuat kolaborasi kelembagaan, kegiatan itu juga membuka ruang pertukaran pengalaman akademik melalui seminar internasional dan penempatan mahasiswa di sekolah-sekolah mitra.
UMPalopo mengirimkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Andi Bau Thasya dan Cuni Cahyatami. Keduanya didampingi Syahrir, S.Pd., M.Hum., dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP sekaligus Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama UMPalopo.
Dalam rangkaian kegiatan, Syahrir tampil sebagai pemateri pada Seminar Session in Teaching yang mempertemukan akademisi dan praktisi pendidikan dari Indonesia dan Thailand. Seminar itu membahas praktik pembelajaran bahasa Inggris, inovasi pendidikan, serta peluang kerja sama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Program internasional ini diikuti oleh Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Sorong, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Seluruh peserta terlibat dalam agenda penguatan kelembagaan, kerja sama akademik, magang, dan Kuliah Kerja Nyata Internasional.
Penandatanganan MoU dan MoA dilakukan dalam kerangka Academic Collaboration in English Learning Development Thailand. Mitra dari Thailand meliputi Loei Provincial Educational Office, Loei Primary Educational Service Area Office 1, Loei Primary Educational Service Area Office 2, dan Petchaboon Primary Educational Service Area Office 3.
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Provinsi Loei dan dihadiri Kepala Kepolisian Provinsi Loei, pimpinan dinas pendidikan Thailand, kepala sekolah, guru dari sekolah mitra, serta delegasi perguruan tinggi dari Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan dukungan yang luas terhadap penguatan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Syahrir mengatakan program ini memberi pengalaman internasional yang tidak hanya memperkuat kemampuan mengajar mahasiswa, tetapi juga melatih adaptasi budaya, rasa percaya diri, dan perspektif global mereka. Selama empat bulan ke depan, para mahasiswa akan ditempatkan di sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Loei sebagai asisten pengajar bahasa Inggris.
Ia menjelaskan bahwa para peserta tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga mempelajari sistem pendidikan, budaya belajar, dan kehidupan sosial masyarakat Thailand. Menurutnya, pengalaman seperti itu sulit diperoleh sepenuhnya di ruang kuliah karena menuntut kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dalam lingkungan global yang nyata.
Rektor UMPalopo, Prof. Dr. Suhardi M. Anwar, Drs., M.M., CIQaR., menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu strategi utama kampus untuk meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing lulusan. Ia menilai kolaborasi internasional membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik global sekaligus memperkuat posisi UMPalopo di tingkat internasional.
Melalui program yang berjalan hingga September 2026 ini, UMPalopo berharap pengalaman internasional mahasiswa dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan akademik Indonesia-Thailand. Kerja sama yang terbangun lewat MoU dan MoA juga diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas pada masa mendatang.





