Ujian Kenaikan Sabuk Tapak Suci Tana Toraja Libatkan 200 Kader, Tekankan Disiplin dan Akhlak

MUHAMMADIYAH SULSEL, TANA TORAJA - Sebanyak 200 siswa Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tana Toraja mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk (UKTS) yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 15-17 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (Pimda) 152 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tana Toraja di Lapangan SMK Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja. UKTS tidak hanya menguji kemampuan bela diri peserta, tetapi juga menekankan pembinaan disiplin, karakter, serta pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Peserta UKTS berasal dari delapan cabang dan 13 unit latihan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Mereka terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari Siswa Dasar hingga Siswa Tiga.
Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Sumartin, Ketua Pimda 152 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tana Toraja. Ia mewakili Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tana Toraja yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.
Dalam sambutannya, Sumartin menyampaikan bahwa perkembangan Tapak Suci di Tana Toraja menunjukkan capaian positif dengan berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ia menyatakan, pencapaian ini menjadi bukti peningkatan kualitas pembinaan kader di daerah tersebut. "Prestasi yang diraih para siswa selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh kader, pelatih, serta dukungan sekolah dan orang tua," kata Sumartin.
Sumartin menegaskan, UKTS bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian krusial dalam proses pembentukan mental, kedisiplinan, dan karakter kader Tapak Suci. "Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah," ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut adalah pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah dan cabang, kepala sekolah, kepala madrasah, serta guru pendamping dari masing-masing unit latihan.
Ketua Panitia UKTS, Muhammad Parinding, menyampaikan apresiasi kepada Direktur Pesantren Pembangunan Muhammadiyah (PPM) Tana Toraja dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung kegiatan UKT ini sehingga dapat berjalan dengan baik," ucapnya.
Parinding menjelaskan, pelaksanaan UKTS mencakup sejumlah tahapan penilaian komprehensif. Tahapan tersebut meliputi tes lisan, praktik ibadah, latihan kebugaran, lintas alam, hingga sparing. Seluruh materi ini dirancang untuk menguji kemampuan fisik, mental, dan pemahaman keislaman para peserta secara menyeluruh.
Selain itu, panitia juga mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga tata tertib dan kebersihan lingkungan pondok pesantren selama kegiatan berlangsung. Hal ini merupakan bagian integral dari pembinaan disiplin kader.
Muhammad Parinding menambahkan, UKTS menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kemampuan siswa setelah menjalani latihan di unit masing-masing. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk mempererat hubungan antarkader Tapak Suci dari berbagai cabang di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Pelaksanaan ujian ini melibatkan seluruh kader Tapak Suci Pimda 152 Tana Toraja. Dua pendekar, yaitu Pendekar H. Rusli M. Said dan Pendekar Salman, turut mendampingi dan memberikan arahan selama ujian berlangsung.
Panitia berharap kegiatan UKTS ini mampu melahirkan kader Tapak Suci yang tidak hanya unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, dan pemahaman keislaman yang mendalam.




