UIAD Sinjai Kirim 20 Mahasiswa ke KKN Muhammadiyah-'Aisyiyah 2026 di Malang dan Batu

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SINJAI, 24 Juli 2026 - Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai memberangkatkan 20 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-'Aisyiyah (KKN MAs) 2026 di Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jawa Timur. Pelepasan dilakukan di Aula Senat K.H. Ahmad Dahlan dan dipimpin langsung oleh Rektor UIAD Sinjai, Dr. Suriati, M.Sos.I., sebagai penanda dimulainya rangkaian pengabdian lintas daerah yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi.
Program ini diposisikan kampus bukan sekadar agenda rutin pengabdian, tetapi sebagai ruang pembelajaran lapangan untuk menguji kemampuan akademik, sosial, dan kepemimpinan mahasiswa. UIAD ingin memastikan peserta tidak hanya berangkat membawa identitas kampus, melainkan juga kesiapan untuk bekerja bersama masyarakat dalam konteks pengabdian yang nyata.
Sebanyak 20 mahasiswa yang diberangkatkan akan didampingi oleh empat dosen pembimbing selama pelaksanaan program. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIAD Sinjai, Dr. Hamka, menjelaskan bahwa rombongan dijadwalkan berangkat pada 25 Juli 2026, sementara masa pelaksanaan KKN berlangsung mulai 29 Juli sampai 31 Agustus 2026.
Rentang waktu lebih dari satu bulan itu memberi ruang bagi peserta untuk menjalankan program secara terstruktur, mulai dari adaptasi awal di lokasi, pemetaan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan kegiatan inti, hingga evaluasi hasil pengabdian. Bagi UIAD, pola tersebut penting agar KKN tidak berhenti pada seremoni keberangkatan, tetapi menghasilkan pengalaman belajar dan dampak sosial yang terukur.
Dalam arahannya, Rektor UIAD Sinjai meminta seluruh peserta menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian. Ia menekankan bahwa mahasiswa merupakan representasi universitas yang membawa nilai akademik, etika, dan karakter kemuhammadiyahan di tengah masyarakat.
Suriati menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya dinilai dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sikap peserta saat berinteraksi dengan warga. Mahasiswa diminta menunjukkan akhlak, disiplin, dan kemampuan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial yang mereka temui di lapangan.
Menurutnya, KKN Muhammadiyah-'Aisyiyah merupakan momentum penting untuk memperluas wawasan sekaligus mengasah kepekaan sosial. Pengalaman hidup bersama masyarakat, beradaptasi di lingkungan baru, dan bekerja dalam tim dinilai sebagai bekal penting bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi lulusan yang matang secara keilmuan maupun karakter.
Arahan serupa disampaikan Ketua Badan Pembina Harian UIAD Sinjai, Drs. H. Zainuddin Fatbang. Ia mengingatkan bahwa peserta KKN tidak hanya menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga membawa nama baik UIAD Sinjai dan Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, ia meminta mahasiswa menjaga etika, kedisiplinan, serta kesungguhan belajar dari dinamika kehidupan masyarakat selama masa pengabdian.
Penekanan tersebut memperlihatkan bahwa kampus melihat KKN sebagai pertemuan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas sosial yang lebih kompleks. Mahasiswa dituntut mampu berkomunikasi dengan baik, membaca kebutuhan warga, dan menempatkan diri sebagai pembelajar sekaligus penggerak manfaat.
Keikutsertaan UIAD Sinjai dalam KKN Muhammadiyah-'Aisyiyah 2026 menjadi bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, kampus berharap mahasiswa membangun kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan semangat melayani yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





