Magister Ilmu Pemerintahan Unismuh Perkuat Tri Dharma Lewat PKM Kolaborasi Internasional

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 24 Juli 2026 - Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan dalam Pengabdian kepada Masyarakat kolaborasi internasional yang digelar di kawasan Pantai Tanjung Anging Mammiri. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk memperluas dampak pengabdian sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas negara.
Keterlibatan program studi ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak lagi dipahami sebagai agenda terpisah dari penguatan institusi. Sebaliknya, pengabdian dijalankan sebagai ruang untuk mempertemukan kepentingan masyarakat, kebutuhan pengembangan ilmu, dan target peningkatan mutu akademik secara bersamaan.
PKM tersebut melibatkan sejumlah mitra dari dalam dan luar negeri, antara lain Program Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman, Departemen Ilmu Pemerintahan Universitas Tadulako, Departemen Ilmu Pemerintahan Universitas Sam Ratulangi, College of Political Science and Public Administration Polytechnic University of the Philippines, serta School of Law Vellore Institute of Technology India. Keikutsertaan banyak institusi ini mempertegas bobot kolaboratif kegiatan yang tidak dibatasi oleh satu wilayah atau satu disiplin semata.
Dekan FISIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan pilar utama Tri Dharma yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas institusi dan lintas negara. Menurutnya, pengabdian semacam ini juga berfungsi sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas institusi dan reputasi akademik.
Andi Luhur menilai tantangan pembangunan saat ini makin kompleks, sehingga tidak mungkin dijawab melalui pendekatan parsial. Karena itu, perguruan tinggi didorong membangun sinergi yang memungkinkan pertukaran pengetahuan, praktik baik, dan model pemberdayaan yang lebih relevan bagi masyarakat.
Tema yang diangkat dalam PKM ini berfokus pada penguatan kesadaran pengelolaan sampah untuk mendukung ekonomi sirkular di kawasan pesisir melalui pemberdayaan bank sampah berbasis ecobrick. Pilihan tema tersebut mencerminkan upaya menghubungkan isu lingkungan dengan tata kelola sosial yang dekat dengan kebutuhan warga pesisir.
Rangkaian kegiatan di lapangan meliputi pelatihan pemadatan sampah plastik, demonstrasi pemilahan sampah, pemetaan kondisi persampahan masyarakat, diskusi kelompok terarah, hingga penyusunan Community Action Plan. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sebagai objek kegiatan, tetapi sebagai pihak yang dilibatkan dalam penyusunan solusi dan rencana tindak lanjut.
Bagi Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar, partisipasi dalam program ini memiliki makna strategis karena membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas. Dari forum semacam ini, kampus dapat melanjutkan kolaborasi ke penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada isu kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, perlindungan ekosistem laut, serta penguatan kemitraan global. Dengan demikian, pengabdian yang dilakukan tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada kontribusi yang lebih terukur terhadap agenda pembangunan yang lebih luas.
Melalui kolaborasi ini, Unismuh Makassar ingin menegaskan bahwa penguatan Tri Dharma dapat berjalan seiring dengan internasionalisasi kampus. Bagi Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, PKM kolaborasi internasional menjadi jalur konkret untuk mempertemukan pengembangan reputasi akademik dengan penguatan manfaat sosial di tengah masyarakat.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





